Intel T9500, 2.6GHz, 45nm Hafnium-Based Processor, 6MB L2 Cache


Awal tahun 2007, saat Core2Duo T7200 masih menjadi yang terbaik, saya justru memilih Core Duo T2050 yang murah meriah. Setelah itu coba-coba AMD, lalu dalam sebulan ini, alhamdulillah bisa naik pangkat ke Core2Duo T7500 (2,2 GHz, 4MB L2 Cache). Tapi ketika browsing ke http://www.sonystyle.com melihat-lihat Vaio SZ series, kaget juga mengetahui bahwa sudah ada T8100 (2,1 GHz, 3MB L2 Cache) dan T9300 (2,5 GHz, 6MB L2 Cache).

Vaio SZ

Kita tak akan bisa memiliki prosessor Intel tercepat tanpa harus mengeluarkan dana di atas 2000 USD. BTW, T9300 ternyata belumlah yang tercepat. Dari website Intel diperoleh data bahwa yang tercepat adalah T9500 dengan CPU Speed 2,6 GHz.

Intel Processors Line-up

Pabrik prosessor memang tidak boleh berhenti berinovasi. Salut untuk Intel yang mampu menerapkan blue ocean strategy untuk keluar dari perang kecepatan melawan AMD, menciptakan pasar baru Core Duo, Core 2 Duo, Core 2 Quad, dsb. Lalu ketika AMD mengekor dengan hal serupa, Intel menerapkan strategi yang sama untuk kembali ke medan perang lama: Speed and Cache Size!

Tagged: , , , , , , , , , , ,

4 thoughts on “Intel T9500, 2.6GHz, 45nm Hafnium-Based Processor, 6MB L2 Cache

  1. ecy 19 Oktober 2008 pukul 19:00 Reply

    thanx buat infonya ..
    gw jadi tau msti pake apa .!

  2. […] – Intel T9500, 2.6GHz, 45nm Hafnium-Based […]

  3. CPU Watcher 24 Januari 2010 pukul 17:54 Reply

    Wah, kayaknya blog ini hanya berpihak pada 1 merk saja ya..
    Banyak hal lain yg blum di ketahui rekan2 tentang CPU, CPUnya AMD mempunyai instruction per second yang lebih tinggi dari pada intel, itulah yang bikin AMD lebih cocok untuk game dan pekerjaan berat, namun berefek samping lebih panas. Beda dengan Intel yang berclock tinggi dan ber cache besar (cache intel tidak sepenuhnya dedicated), AMD cukup dengan clock yang sedang2 saja namun didukung dengan Instrution per second yang tinggi dan cache dedicated, sudah cukup bikin intel kepayahan..

    • arifrahmat 25 Januari 2010 pukul 5:45 Reply

      Terima kasih atas tambahannya. Mohon maaf bila pendapat penulis dianggap berpihak. Perlu dicermati bahwa processor yang penulis bahas adalah processor notebook, bukan processor untuk PC biasa. Nah, apakah ada processor AMD untuk notebook yang lebih baik daripada processor Intel untuk notebook? Dari pengalaman penulis, jawabannya ‘belum ada’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: