Arsip Bulanan: Oktober 2012

Kembalikan Rizkan!

Semalam ada meeting beberapa alumni IF ITB di Sindang Reret, Bandung. Yang menjadi bintangnya adalah Rizkan Chandra, Direktur Network & Solution PT Telkom Indonesia, salah satu kandidat Ketua IA IF ITB.

Dia orang Madura dengan segala karakternya, isterinya orang Makassar dengan karakter yang tidak jauh berbeda. Apa yang keluar dari mulutnya apa adanya, tampaknya beliau bisa dipercaya dan amanah dengan jabatan dan tanggung jawabnya. Pengalaman bisnisnya cemerlang, meningkatkan penjualan 2 kali lipat, dan membuat anak perusahaan Telkom yang tadinya merugi kini mampu mencetak laba signifikan.

Awalnya perkenalan biasa, kemudian beliau menceritakan background dan perjalanan hidupnya yang penuh hikmah. Dua kali diterima di MIT namun selalu terganjal masalah biaya, tak menjadikannya patah arang. Dengan kesabaran, beliau pun S2 di Singapura dengan beasiswa dobel.

Setiap jabatan yang diperolehnya adalah buah dari prinsip sederhana: kejarlah akhirat, maka dunia akan bertekuk lutut kepadamu. Dengan tegas ia tak mau menggunakan suap maupun jalan pintas lain sebagaimana lazim terdengar dalam mengejar jabatan.

Dalam pencalonannya sebagai ketua IA IF ITB, diceritakan bahwa hal tersebut sudah ditolaknya dengan halus, namun terus saja berdatangan dukungan dan ajakan untuk bersama-sama membuat IF ITB memiliki citra yang sepantasnya, bukan warga kelas 2, tenggelam di tengah dominasi tetangga sebelah departemen/jurusan.

Dia siap menang dan juga belajar ikhlas bila ditakdirkan untuk kalah. Baginya, siapapun yang menjadi ketua, semua alumni seharusnya memberikan kontribusi, bukan hanya bagi IF ITB, atau Bandung, atau Jawa Barat, melainkan bagi Indonesia tercinta. Pikirkan dan berikanlah yang terbaik bagi Indonesia, maka akan selalu ada jalan bagi kita sebagai pribadi maupun kelompok untuk masalah yang kita hadapi.

Untuk IA IF ITB, “Kembalikan Rizkan!” (Update: Karena alasan kesibukan pekerjaan, beliau mengundurkan diri 1 Nov 2012)

H-4 Kongres Alumni IF ITB

Vetsin, DMR, TIK Jabar

Dengan menggunakan kata vetsin, orang Indonesia merasa tidak menyebut merek MSG seperti Ajinomoto. Tapi ternyata, Vetsin itu juga merek dagang lho, aslinya Ve-Tsin. Potret ini adalah rak bumbu penyedap di Riau Junction, swalayan di pusat  kota Bandung yang banyak menyediakan produk-produk impor untuk ekspatriat.

Produk Digital Mark Reader (DMR) buatan kami juga sama. Banyak produsen pensil yang tanpa malu-malu (atau memang tidak tahu) memasang merk DMR pada penjualan pensilnya. Meski demikian, ada juga beberapa merek pensil yang menghubungi kami dan minta pensilnya dites untuk mendapatkan sertifikat lulus uji DMR.

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu, giliran kami yang mendapatkan sertifikat/piagam penghargaan Anugerah TIK Jawa Barat 2012 dari Gubernur Jabar. DMR terpilih sebagai Produk Inovasi Terbaik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Penghargaan diterima Prof Iping Supriana (Codena & STEI-ITB)