Arsip Tag: netbook

Acer Aspire One D255 w/ Intel Atom N550, Dual Core

Oktober 2010, harga Aspire One D255 hanya 2,9 juta dengan harddisk 160GB tanpa OS, dan 3,375 juta dengan harddisk 250GB dengan Windows 7 Starter Edition.

Prosessor yang digunakan Acer Aspire One D255 adalah Intel Atom N550, generasi terbaru dengan 2 core dan 4 thread dan konsumsi daya hanya 8,5 Watt. Laptop Core2Duo saja butuh 25 – 35W, bahkan laptop Core i7 butuh 45 hingga 55Watt. Dengan konsumsi daya yang ringan tersebut, baterainya dapat bertahan hingga 9 jam.

Silakan baca review-nya di sini

Kesimpulan: Cukup murah untuk performa yang menawan.

Saran penulis: Upgrade memori menjadi 2GB, bila masih punya dana silakan upgrade harddisk menjadi 500GB.

Arif DMR

Iklan

Naik Haji Bawa Laptop

Dewasa ini, kehadiran laptop di setiap saat adalah sebuah kebutuhan, bahkan ketika sedang berumrah atau berhaji. Perjalanan ke Arab Saudi bagi jamaah umrah berbeda dengan jamaah haji. Jamaah umrah bebas membawa tas untuk barang bawaan, akan sangat mudah untuk menyelipkan laptop di tas jinjing, atau tambahan tas untuk laptop itu sendiri. Tapi tidak demikian untuk jamaah haji.

Persoalan yang dihadapi jamaah haji adalah batasan bawaan. Hanya ada 3 tas yang boleh dibawa, yaitu koper berlogo maskapai (Saudi Arabian Airlines atau Garuda Indonesia), tas jinjing 5kg berlogo maskapai, dan tas paspor berlogo maskapai. Tas tambahan tidak diperkenankan, kecuali bentuknya kecil misalnya tas pinggang dari depkes untuk menyimpan obat-obatan.

Menaruh laptop di koper pasti sangat tidak aman, karena koper akan ditumpuk dan berpotensi hilang atau dibongkar. Sedangkan tas jinjing, tidak muat untuk menyimpan laptop 12 inci atau yang lebih besar. Laptop 11 inci seperti Sony Vaio tipe TZ/TT atau netbook 10 inci yang kini banyak pilihannya mungkin bisa masuk ke tas jinjing, tetapi beresiko tinggi terkena benturan dalam perjalanan dan akan sangat mengurangi volume tas jinjing tersebut. Jadi, persoalannya kini mengerucut, bagaimana mencari laptop yang dapat masuk ke tas paspor atau tas pinggang.

Membawa laptop saat berhaji dapat bermanfaat bagi jamaah, antara lain untuk:
– mengakses internet untuk berita dari tanah air, menggunakan 3,5G maupun Wi-Fi
– menghubungi keluarga di tanah air menggunakan webcam, Yahoo Messenger, atau telepon internet
– mencari tahu berita tentang kepadatan mina saat akan melontar jumrah
– membantu jamaah lain untuk memindahkan hasil jepretan kamera digital atau rekaman video melalui USB
– membaca e-book Islami, mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an, nonton video nasyid atau film sirah nabawi
– melakukan koordinasi dengan rekan kerja di tanah air, membaca e-paper, e-mail, pesan Facebook dsb

Untuk melakukan itu semua, solusinya adalah Fujitsu U1010 3,5G yang ukuran dan beratnya hanya separuh netbook biasa. Layarnya yang hanya 5,6 inci membuatnya muat di tas pinggang dan cukup lega diselipkan di tas paspor. Dengan tambahan kartu Mobily (operator seluler di Arab Saudi), jamaah haji dapat menikmati internet 3,5G di Mekkah dan Madinah dan koneksi EDGE di Mina. Batere cadangan 2 cell dan batere bawaan 4 cell dapat bertahan hingga 5-6 jam.

Anda calon haji yang butuh Fujitsu U1010 3,5G? Cuma 7 jutaan lho, kontak saya segera di 08156219300 sebelum keduluan calon haji yang lain.

Fujitsu Lifebook U1010 Diamond Black (3.5G, tablet, garansi s/d 2011, batre 2+4 cell)
*Processor: Intel A110-800MHz
*RAM: 1 GB DDR2
*Storage: HDD 40GB, 1.8-inch PATA (4200rpm), S.M.A.R.T.
*Wireless: 802.11b/g, Bluetooth® 2.0, 3.5G (HSDPA) WWAN connectivity with dual Antenna.
*Webcam: Integrated Webcam 0.3 MP
*Slots: CF, SD Card Reader
*Ports: 1xUSB 2.0, VGA, Gigabit LAN
*Display: 5.6-inch SuperFine WSVGA, 1024 x 600 pixels, Touch Screen
*OS: Genuine Windows Vista® Home Premium
*Audio: High Definition with built-in digital microphone
*Weight: 0,61 kg
Baca lebih lanjut

EeePC, Notebook 3 Jutaan Seukuran Buku Dari ASUS

Tulisan ini sudah tua, sudah sejak tahun 2007, untuk tulisan terbaru tentang laptop 3 jutaan, klik di sini. Simak pula parade netbook 2 jutaan di sini.

EeePC ASUS

EeePC atau Eee PC ya? Pertama lihat barang ini tanggal 1 Nopember 2007 di Pustekkom Depdiknas, saat pertemuan rencana pembentukan e-content forum/community. Arya Sanjaya, Business Development Manager Intel Indonesia yang memperkenalkannya kepada Andi Siswaka Faisal, salah satu anggota DeTIKNas.

Asus EeePC

Sedikit menjajal kemampuannya, ternyata setting default touchpad-nya terlalu kasar. Perlu tekanan jari yang tinggi, mungkin karena vendornya bukan dari Synaptics. Ketika Bung Arya saya tanyai mengenai prosessor EeePC dari ASUS ini, beliau bilang Intel, tapi tak mau menyebut kecepatannya. Anehnya, ketika spesifikasi detailnya dicari di situs resmi ASUS, tak tampak juga penjelasan mengenai kecepatan prosessor Intel yang digunakan.

Spesifikasi ASUS EeePC

Walaupun katanya bisa menjalankan Windows XP, prototipe yang saya coba masih menggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Pikir-pikir, lumayanlah, 3 jutaan sudah dapat notebook kecil, bisa buat ngetik, ada koneksi wireless, dan baterenya bisa tahan 3 jam. Baterenya bisa bertahan lama karena tidak punya harddisk dan optical drive (pembaca CD/DVD). Sebagai pengganti harddisk digunakan Solid State Disk 2GB hingga 8GB (lumayan untuk menandingi ponsel Nokia seri N yang bangga dengan memori 8GB). Karena tanpa harddisk, jatuh atau digunakan di lingkungan bergetar pun tak perlu risau.

Asus Eee PC

Peruntukannya sepertinya untuk anak dan remaja. Tetapi untuk pekerja yang tidak butuh komputasi tinggi mungkin bisa buat berbangga diri juga. Di milis ITCENTER, Albert Siagian malah berpendapat begini…

Eee ini untuk bikin jengkel user Fujitsu seri P yang layarnya 8″ tapi
harganya mahal itu…hehe. Sekarang ini yang pakai Fujitsu layar kecil,
bisa bangga-banggain punya laptop kecil. Ditanya harganya, dijawab,
ooh..ini sih 20 jutaan saja. Begitu Eee masuk, sama-sama layar kecil,
ditanya harganya, ooh…3 jutaan saja…hehe.. Kalau Fujitsu dan Eee
duduk berdampingan, bisa jengkel dan gondok tuh user Fujitsu…

Asus EeePC

Wah, rencana pemerintah menganggarkan 1 triliun rupiah untuk beli PC dan dibagikan ke sekolah sepertinya lebih baik dibelikan EeePC ini ya. Jauh lebih mending daripada buatan PAU-ME ITB yang kemarin ada di Kompas, Senin (19/11/2007), sama-sama 3 juta, tapi sistemnya thin client, perlu networking dan belum ada monitor. Oh iya, EeePC ini juga lebih hemat listrik dan lebih ringan dibawa-bawa. Asus EeePC yang sepertinya ingin menyaingi OLPC ini juga telah dipamerkan di Indocomtech kemarin, katanya harga perkenalan 4,5 juta, Desember 2007 atau awal 2008 harganya baru akan normal, 3 jutaan. Jadi? Sebaiknya jangan beli dulu sebelum mencobanya sendiri, soalnya prosessornya ‘masih dalam karung’.

Updated News: 31 Januari 2008

Asus Eee PC

antri_eee_pc.jpg
Eee PC telah diluncurkan di Indonesia dan disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat. Pada peluncurannya, antrian begitu panjang, 300 unit Eee PC ludes sekejap dan yang tidak kebagian pun masih banyak.

Prosessor Celeron M yang digunakan ternyata memang perlu perhatian khusus. Speed maksimumnya adalah 900MHz, tetapi default speed adalah 630MHz. Untuk mencapai speed 900MHz, diperlukan Eee PC Super BIOS.
eee_pc_proc.jpg
Adapun sistem operasinya ada 2 pilihan, Linux (3,6 juta) atau Windows (3,9 juta saat diluncurkan). Berikutnya, siap-siap saja menyediakan anggaran 4 juta lebih untuk mendapatkan Eee PC dengan Windows XP.
asus_eee_pc4.jpg

Gambar-gambar updated news diambil dari http://disitu.com

Baca juga:

– MSI 10″ Wind U100 Jatuhkan Asus Eee-PC

– Masih Tentang MSI Wind

– Intel T9500, 2.6GHz, 45nm Hafnium-Based

DMR, Alat Periksa Ujian Untuk Segala Jenis Form