Arsip Tag: dmr

Pelatihan DMR di BPPT, Juni 2014

bppt-training-dmr-juni2014-2 bppt-training-dmr-juni2014Pada Pemilu Legislatif 2014, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan uji petik e-rekapitulasi menggunakan teknologi Digital Mark Reader (DMR) dan Unstructured Supplementary Service Data (USSD) untuk penghitungan suara di Kab. Pekalongan.

Kegiatan uji petik tersebut dilakukan bekerjasama dengan pemerintah Kab. Pekalongan sebagai tim pengumpulan data, serta ITB sebagai inventor teknologi DMR dan Indosat sebagai penyedia USSD.

Agar DMR yang dimiliki oleh BPPT dapat lebih bermanfaat untuk kegiatan-kegiatan lain seperti penyebaran kuesioner serta entri data lainnya, pada tanggal 3 Juni 2014 dilakukan workshop & pelatihan DMR bertempat di Gedung Teknologi 3, BPPT, Serpong.

Pelatihan ini diikuti sekitar 20 orang peserta yang berasal dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) BPPT.

Dari terlaksananya pelatihan DMR tersebut diharapkan bahwa pekerjaan pengumpulan data dan hasil survey dapat dilakukan lebih cepat dan akurat bila dibandingkan dengan prosedur manual yang sebelumnya sering diterapkan oleh PTIK BPPT.

 

Iklan

Kisruh UN 2013 Berawal dari Peraturan Itu Sendiri

Koran Kompas, 18 April 2013 halaman 12 memuat berita berjudul “Tipis, Lembar Jawaban UN Sulit Dipindai”.
LJUN Tipis 500

Pemeriksaan UN menggunakan scanner adalah pekerjaan rutin tahunan, lalu apa yang menyebabkan pemeriksaan tahun ini berbeda?

Setiap ruangan akan mendapatkan 21 jenis paket soal yang terdiri dari 20 jenis paket soal untuk peserta dan 1 jenis paket soal cadangan. Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) melekat pada naskah soal dan dapat dipotong, untuk memotong lembar jawaban dari lembar soal harus hati-hati agar tidak tersobek.

Setelah lembar jawaban dan soal dipisahkan, selanjutnya silahkan mengisi biodata. Biodata yang diisi harus sesuai dengan yang tertera pada kartu tanda peserta ujian, pada lembar soal juga tidak ada nomor paket, yang ada hanya barcode dan setiap soal itu kemungkinan tidak sama.

Sumber: http://sumsel.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=124069

Kesalahan fatal di sini adalah: Baca lebih lanjut

Ujian SMR di BSMR Diperiksa Dengan DMR

Bank Indonesia meluncurkan program Sertifikasi Manajemen Risiko (SMR), sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. Seiring dengan pelaksanaan program ini maka diharapkan akan muncul SDM perbankan yang berkualitas untuk membawa dan meningkatkan kualitas perbankan di Indonesia. Baca lebih lanjut

DMR Untuk Ujian Sertifikasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan sejumlah nama mantan pejabat negara yang terbukti melakukan pelanggaran dan berdampak merugikan negara. Mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, mantan Menteri Kesehatan Achmad Suyudi, serta mantan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto merupakan sekian dari banyaknya pejabat negara yang terseret kasus korupsi. Baca lebih lanjut

Soal Pilihan Ganda Lebih Dari 1 Jawaban

Biasanya, pada soal pilihan ganda, pemeriksa soal akan memberikan hukuman nilai minus atau setidaknya nilai 0 untuk jawaban yang lebih dari 1.

Namun, ada beberapa penyelenggara ujian maupun kuesioner yang ternyata membolehkan jawaban lebih dari 1. Nah, untuk mengakomodir hal ini, DMR memiliki Multiple Answer Mode, di mana lebih dari satu jawaban dapat dianggap sebagai jawaban.

Ingin tahu lebih banyak tentang DMR? Kunjungi http://www.digitalmarkreader.com

Kemendiknas dan TNI Tambah Lisensi DMR Profesional


Di akhir bulan Januari 2010, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) kembali menambah scanner LJK dan lisensi Digital Mark Reader (DMR) yang dimilikinya. Pelatihan penggunaan scanner Fujitsu dan DMR Profesional tersebut berlangsung di Gedung E Kemendiknas selama 4 jam. Rencananya, DMR sebagai scanner LJK akan digunakan untuk kegiatan peningkatan mutu pembelajaran.

Sebelumnya, Kemendiknas telah menggunakan ratusan unit scanner Fujitsu dan lisensi DMR Profesional buatan Codena untuk digunakan di berbagai organisasi di bawah koordinasi Kemendiknas, termasuk dinas pendidikan kabupaten/kota, Pusdiklat Pegawai, Puspendik, PMPTK, LPMP, PPPG Tertulis, dsb.

Di bulan yang sama, pengguna DMR Profesional untuk keperluan ujian dan psikotes juga bertambah, yaitu di Dinas Psikologi TNI-AU dan Dinas Psikologi TNI-AD. Hal ini membuktikan kualitas produk dan layanan DMR yang makin dapat diandalkan dan terpercaya.

Untuk Ujian Pilih Pensil dan Alat Pemeriksa Yang Pasti!

Saat akan ujian SMA hingga UMPTN, penulis adalah pengguna setia pensil 2B Faber-Castell. Kekuatan dan kualitas hasilnya tidak diragukan lagi, apalagi waktu itu tidak ada palsunya. Beda dengan 2B saingannya yang berwarna biru yang versi palsunya pernah menjadikan penulis sebagai korban sehingga LJK ujian di sekolah tidak terbaca.

Pensil LJK 2B Faber-Castell  kini begitu mudah ditemui di mana-mana. Di Yogya Kepatihan Bandung, penulis menemukan paket ujian lengkap dari Faber-Castell dengan harga 28 ribuan, isinya sepaket pensil, serutan, penghapus dan papan alas untuk ujian.

Di brosurnya tertulis motto “Untuk Ujian Pilih yang Pasti!”, setelah itu terdapat keterangan “OMR tested” dan “DMR tested”. OMR dan DMR itu apa sih?

OMR
OMR adalah sebuah teknologi, singkatan dari Optical Mark Recognition, teknologi lama berupa scanner khusus untuk ujian. Scanner OMR umumnya dibeli penyelenggara ujian sebelum tahun 2004/2005. Prinsip kerjanya membaca tanda pada LJK, lalu hasilnya adalah file teks tanpa file image/gambar.

Form LJK OMR dan Scanner OMR

Ciri khas form OMR adalah LJK yang tebal, garis-garis hitam di pinggir kiri atau bawah, LJK harus berwarna (merah/hijau/biru/jingga), serta pengisian yang harus dengan bulatan rapih. Harga mesinnya di atas 50 juta rupiah sehingga yang memilikinya sangat terbatas. Jangan harap SD Negeri bisa punya mesin OMR sendiri.

DMR
Dalam 5 tahun terakhir, ribuan penyelenggara ujian beralih ke produk Digital Mark Reader (DMR), sistem pemeriksa LJK berbiaya rendah hasil riset professor Iping di Teknik Informatika ITB.

Setidaknya lebih dari 80 universitas ternama telah menggunakan DMR, diikuti oleh ratusan dinas pendidikan, sekolah dan lembaga pendidikan yang juga menggunakan DMR.

Depdiknas, Depag, Dephut, Dephan, Depnakertrans, Setneg, Kepolisian, TNI, BKN, Kementerian PAN, dan berbagai lembaga pemerintah yang lain, industri swasta, perbankan, BUMN, dan berbagai penyelenggara psikotest juga lebih memilih DMR karena berbagai alasan. Apa saja alasannya?
Baca lebih lanjut

Scanner Dokumen Untuk Periksa LJK (Discount Price)

map-dmrPerusahaan kami adalah inventor dan prinsipal Digital Mark Reader (DMR), sebuah perangkat lunak atau software yang dapat menambah fungsi scanner dokumen ber-ADF sehingga juga dapat digunakan untuk pemeriksaan ujian, kuesioner, entri data dan psikotes.

Penemuan DMR dan pengembangannya dipimpin langsung oleh Prof. Iping Supriana, guru besar pertama dan peneliti senior di Informatika ITB sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi. Bukan hanya menjadi andalan ITB, lebih dari 70 universitas ternama di Indonesia adalah pengguna DMR.

Digital Mark Reader (DMR) adalah hasil riset ITB tentang alat pemeriksa ujian berbiaya rendah. DMR dipasangkan dengan produk scanner merk HP, Canon, Kodak, Avision, Miru dan Fujitsu untuk melakukan pemindaian (scanning) Lembar Jawab Komputer (LJK). Tahun 2009, DMR terbaru mampu memeriksa hingga 12000 gambar/menit. Dengan efisiensi operasional yang ditawarkan, sebanyak 500 lembaga di 5 negara telah menggunakan ribuan lisensi DMR untuk dunia pendidikan, riset pemasaran, penilaian kinerja, psikotes, sertifikasi, entri data, penerimaan pegawai dan ujian seleksi CPNS.

Dengan Rp 13 juta, sekolah-sekolah juga dapat memiliki DMR Mini dengan kecepatan scanning 13 lembar per menit dan telah dilengkapi DMR Editor untuk merancang sendiri form LJK-nya. Untuk yang merasa cukup dengan kecepatan, tersedia DMR Mini mulai dari 8 jutaan.

Untuk selain sekolah, DMR Professional kini mampu mengoptimalkan kinerja prosessor hingga 4 kali lipat, dan dilengkapi dengan 2 unit dongle DMR sehingga operator dapat bekerja secara simultan melalui jaringan komputer, satu operator untuk scanning dan yang lain untuk verifikasi menggunakan DMR Extractor.

Daftar harga Paket DMR dapat dilihat di

Bila Anda sudah menemukan paket yang Anda butuhkan, silakan SMS ke 08156219300 untuk mendapatkan harga terbaik dari kami yang sudah di-discount, dengan menyebutkan nama, instansi dan password “DMR best price, please”.

    Ujian CPNS

    ljk_ristek

    Ujian CPNS di bulan Oktober ini begitu ramai, hampir semua instansi pemerintah di pusat maupun di daerah mengadakan rekrutmen. Ratusan ribu bahkan jutaan pelamar akan memperebutkan pekerjaan sebagai CPNS.

    Saat melaksanakan ujian, setidaknya ada 2 jenis lembar jawaban yang  harus diisi peserta, Tes Kemampuan Dasar (TKD), dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). Ada persentase khusus yang berlaku pada 2 tes tersebut saat digabungkan. Proses penilaiannya pun cukup kompleks, tidak hanya ujian murni, tetapi juga mengandung jawaban dengan penilaian seperti kuesioner.

    Tantangan yang cukup besar bagi panitia pelaksana ujian CPNS adalah dalam mempersiapkan sistem  pemeriksaan ujian dan penggabungan nilai. Mulai dari proses registrasi, pembuatan kartu peserta ujian, pencetakan soal dan LJK, perancangan mekanisme penumpukan (batch) LJK, persiapan scanner yang akan digunakan, software yang menjadi alat bantu pemeriksaan LJK, serta sistem penggabungan nilai dan penentuan kelulusan.

    Digital Mark Reader (DMR)

    Merk favorit dari beberapa lembaga untuk urusan CPNS adalah scanner Fujitsu dan Canon, padahal masih ada pilihan lain dari HP, Kodak, Miru dan Avision. Untuk software-nya, Digital Mark Reader (DMR) menjadi yang diandalkan selama bertahun-tahun di Depag, Setneg, Depnakertrans, LIPI, Ristek, Dephan, Bakosurtanal, dan masih banyak lagi instansi yang lain. Adapun sistem penggabungan nilainya, biasanya dibuat sendiri oleh programmer internal, atau menggunakan jasa pihak ketiga.

    Tips untuk Peserta Ujian CPNS Baca lebih lanjut

    Professor DMR

    iping_2009_08_2Sejak Agustus 2009 Pak Iping resmi menjadi professor. Setahu saya, beliau adalah professor pertama di Informatika (kini STEI) ITB. Sepertinya beliau pantas mendapat rekor MURI atas pencapaian tersebut. Selamat untuk Pak Iping, eh salah, Prof Iping 🙂

    Salah satu penelitian fenomenal dari Prof Iping adalah Digital Mark Reader (DMR). Beliau adalah penggagas dari sistem tersebut. Bersama Tim Riset Unggulan ITB tahun 2002/2003 beliau mengembangkan sebuah alat pemeriksa ujian berbiaya rendah yang kemudian dinobatkan menjadi Winner of Indonesia – Asia Pacific ICT Award 2004 kategori Best of Education & Training.

    Salah satu prinsip hidupnya adalah tidak menjadi beban bagi orang lain serta mampu memberikan sebanyak-banyaknya manfaat terbaik bagi pihak lain. Salah satu caranya, beliau terus menjadi pengembang utama DMR agar dapat memberikan yang terbaik bagi banyak pihak, khususnya bangsa Indonesia.

    Tidak ada jarak dengan mahasiswa, itulah kesan pertama yang penulis tangkap sejak mengenal beliau 8 tahun lalu. Tapi jangan salah, keakrabannya dengan mahasiswa tidak mempengaruhi objektivitas beliau dalam memberikan nilai. Kuliahnya santai, tapi tugas yang diberikannya setiap pekan dianggap berat bagi sebagian besar mahasiswa, tingkat kesulitan tiap tahun selalu meningkat. Lemari di ruangannya penuh dengan tugas akhir dan tesis mahasiswa yang pernah dibimbingnya. Baca lebih lanjut