Arsip Kategori: Pemerintah

Jujurkah Johan Budi, Jubir KPK?

johan-budi-kpk-ilc

Pernyataan Johan Budi, jubir KPK di acara ILC TVOne (14 Mei 2013)
Diambil dari menit ke-2, video part 3, http://www.pkspiyungan.org/2013/05/video-ilc-tadi-malam-ilc-terheboh.html

Di KPK, hampir tiap hari, tanpa diundang, media menjalankan tugasnya meliput di KPK, dan itu kewajiban KPK untuk menyampaikan apa yang dilakukan oleh KPK. Pertanyaan-pertanyaan disampaikan kepada kami, tentu berkaitan dengan apa yang sedang dilakukan oleh KPK.

Dan itu saya jawab, bahwa ada kasus yang diusut oleh KPK berkaitan dengan si A atau si B. Tadi juga disampaikan seolah-olah kenapa mengundang wanita-wanita cantik. Bukan tanpa alasan KPK mengundang seorang saksi. Saksi diperlukan kalau berkaitan dengan keterangan-keterangan yang kita perlukan, dalam kaitan dengan pemeriksaan sebuah penyidikan. Di dalam kasus Pak Djoko Susilo, itu sama juga, ada isteri Pak Djoko yang kita mintai keterangan sebagai saksi. Sama saya kira, jadi tidak ada festivalisasi di sini, apalagi pembentukan opini-opini yang disebut tadi (oleh Fahri Hamzah, politikus PKS).

Itu haknya media saya kira untuk meliput, memberitakan apa yang menurut media itu menarik bagi publik. Apakah KPK menangani kasus-kasus yang lain? KPK menangani kasus-kasus yang lain, hampir setiap hari kita memeriksa saksi-saksi Hambalang, kemudian saksi Century, itu kita lakukan, tapi kan MEDIA TIDAK BISA DIPAKSA UNTUK MEMBERITAKAN YANG INI, JANGAN MEMBERITAKAN YANG ITU. Jadi KPK tentu tidak punya kewenangan, untuk mempengaruhi apakah media ini harus memberitakan si A atau si B, saya kira itu adalah hak sepenuhnya pada media. Tentu Bang Karni (Ilyas) juga nggak mau, topik ILC ini diatur-atur juga, kan tidak mau. Jadi itu SEPENUHNYA KEWENANGAN MEDIA.

=====================================================
Semua pernyataan Johan Budi tampak logis hingga tanggal 16 Mei 2013 Tempo.co memuat berita berjudul Terdakwa Korupsi Al-Quran Berterimakasih pada KPK. Isi dari berita tersebut sangat bertentangan dengan pernyataan jubir KPK, Johan Budi.
Perlu diketahui bahwa Johan Budi juga pernah bekerja di Tempo sebelum masuk KPK (Sumber: http://sosok.kompasiana.com/2013/05/17/johan-budi-fahri-hamzah-berakar-sama-di-tarbiyah-berdamailah-556959.html ), jadi sangat kecil kemungkinan Tempo memberitakan hal yang dapat berdampak negatif bagi pribadi Johan Budi.
Jadi, jujurkah Johan Budi? Tanyakan saja langsung kepada Zulkarnaen Djabar, karena beliau sendiri yang membuat pernyataan sehingga Johan Budi terkesan tidak jujur. Atau tanyakan kepada orang di sekitar, apakah benar pemberitaan kasus korupsi Al-Quran kurang dieksploitasi? Jika benar, maka mungkin Zulkarnaen Djabar yang lebih jujur daripada Johan Budi.
=====================================================

johan-budi-kpk

TEMPO.CO, Jakarta – Zulkarnaen Djabar, terdakwa kasus korupsi pengadaan Al-Quran dan alat laboratorium komputer, mengucapkan terima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi. Apresiasi politikus Golkar ini terutama ditujukan pada juru bicara KPK Johan Budi SP. “Pak Johan pernah MINTA MEDIA untuk TIDAK terlalu MENGEKSPLOITASI PEMBERITAAN kasus SAYA,” kata Zulkarnaen dalam pembacaan pledoi di pengadilan tindak pidana korupsi, pada Kamis, 16 Mei 2013.

Zulkarnaen Djabar dituntut 12 tahun pidana dan denda Rp 500 juta, subsider 5 bulan kurungan karena terbukti menerima uang senilai Rp 14,39 miliar dari pengusaha Abdul Kadir Alaydrus, Dirut perusahaan pemenang tender pengadaan Al-Quran, PT Adhi Aksara Abadi Indonesia. Uang tersebut merupakan imbalan untuk jasa Zulkarnaen sebagai anggota Badan Anggaran DPR.

Dalam pledoinya, Zulkarnaen mengaku dia sudah divonis bersalah oleh opini publik. “Meskipun demikian, saya ucapkan terima kasih kepada KPK, yang melalui juru bicaranya Pak JOHAN BUDI, MENGATAKAN KEPADA MEDIA untuk tidak terlalu mengeksploitasi persoalan mengenai kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Al-Quran,” kata Zulkarnaen.

“Pernyataan JURU BICARA KPK tersebut CUKUP BERMANFAAT untuk MEREDAM SUASANA,” kata Zulkarnaen. Meskipun demikian, Zulkarnaen merasa dia tetap dianggap sebagai simbol segala bentuk kejahatan.

Zulkarnaen bersama anaknya, Dendy, didakwa melakukan korupsi dengan membantu PT Batu Karya Mas menjadi pemenang proyek pengadaan alat laboratorium komputer untuk madrasah tsanawiyah tahun anggaran 2011.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/05/16/063481017/Terdakwa-Korupsi-Al-Quran-Berterimakasih-pada-KPK

Iklan

Sehatkan Internet Dengan Nawala


Kemarin (5/6/2010) di rumah, penulis mencoba browsing ke metacafe.com dan ternyata ada blokir dari Nawala. Speedy Unlimited kelas bawah di Bandung ternyata sudah menerapkannya, tetapi Speedy kelas mahal (yang terhubung via astinet) belum mengarahkan DNS-nya ke Nawala. Sebagai admin, router di kantor penulis perlu di-setting secara manual agar DNS-nya ke server Nawala.

Untuk Internet sehat dengan Nawala sangat mudah, cukup dengan mengarahkan setting DNS menjadi sebagai berikut. Baca lebih lanjut

Ujian SMR di BSMR Diperiksa Dengan DMR

Bank Indonesia meluncurkan program Sertifikasi Manajemen Risiko (SMR), sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. Seiring dengan pelaksanaan program ini maka diharapkan akan muncul SDM perbankan yang berkualitas untuk membawa dan meningkatkan kualitas perbankan di Indonesia. Baca lebih lanjut

DMR Untuk Ujian Sertifikasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan sejumlah nama mantan pejabat negara yang terbukti melakukan pelanggaran dan berdampak merugikan negara. Mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, mantan Menteri Kesehatan Achmad Suyudi, serta mantan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto merupakan sekian dari banyaknya pejabat negara yang terseret kasus korupsi. Baca lebih lanjut

Densus 88 Anti Teror Ikut Amankan UN 2010

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pudji Astutik mengatakan, Operasi Cendekia sehubungan dengan pelaksanaan Ujian Nasional akan berlangsung tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah pelaksanaan ujian.

Bukan hanya Samapta, Brimob, dan Lantas, pengamanan juga dilakukan oleh Reserse, Intel, dan Detasemen Khusus 88 (Densus 88 Anti Teror).

Menurut Pudji, Polisi tidak hanya mengamankan persiapan dan pelaksanaan ujian, namun juga akan menindak tegas kecurangan Ujian Nasional. “Jangan sampai ada joki, penggandaan soal ilegal, atau adanya kebocoran”, ujarnya.

Disadur dari Koran Tempo, Rabu, 17 Maret 2010 hal A7

Nah, sebenarnya kalau di UN itu kan jarang ada joki. Yang banyak terjadi, pengawas memberikan jawaban kepada siswa atau membiarkan mereka bekerjasama atau berbuat kecurangan lainnya. Apakah UN 2010 ini akan ada pelaku kecurangan yang ditembak di tempat, sebagaimana kebiasaan personil Densus 88 yang sering kita lihat di berita? Baca lebih lanjut

Kuliahlah, Ada 20.000 Beasiswa Bidik Misi 2010

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Departemen Pendidikan Nasional mulai tahun 2010 memberikan beasiswa dan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi dan berprestasi yang disebut Beasiswa BIDIK MISI. Dari 20000 beasiswa yang tersedia, ITB dapat 450, ITS dapat 450, UGM dapat 500, UI dapat 500, IPB dapat 500, Undip dapat 500, Unhas dapat 500, Unpad dapat 500, Unair dapat 500, USU dapat 500, Unand dapat 500, Unimed dapat 500, UNP dapat 500.

Siapa yang boleh mendapatkannnya? Lulusan jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2010 yang berprestasi dan orang tua/wali-nya kurang mampu secara ekonomi.
Sampai kapan diberikannya? Beasiswa diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi selama 8 (delapan) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama 6 (enam) semester untuk program Diploma III dengan ketentuan penerima beasiswa berstatus mahasiswa aktif.
Siapa penyalur dananya? Penyelenggara program beasiswa BIDIK MISI adalah perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi BHMN terpilih di bawah Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.
Berapa besar beasiswanya? Baca lebih lanjut

Kemendiknas dan TNI Tambah Lisensi DMR Profesional


Di akhir bulan Januari 2010, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) kembali menambah scanner LJK dan lisensi Digital Mark Reader (DMR) yang dimilikinya. Pelatihan penggunaan scanner Fujitsu dan DMR Profesional tersebut berlangsung di Gedung E Kemendiknas selama 4 jam. Rencananya, DMR sebagai scanner LJK akan digunakan untuk kegiatan peningkatan mutu pembelajaran.

Sebelumnya, Kemendiknas telah menggunakan ratusan unit scanner Fujitsu dan lisensi DMR Profesional buatan Codena untuk digunakan di berbagai organisasi di bawah koordinasi Kemendiknas, termasuk dinas pendidikan kabupaten/kota, Pusdiklat Pegawai, Puspendik, PMPTK, LPMP, PPPG Tertulis, dsb.

Di bulan yang sama, pengguna DMR Profesional untuk keperluan ujian dan psikotes juga bertambah, yaitu di Dinas Psikologi TNI-AU dan Dinas Psikologi TNI-AD. Hal ini membuktikan kualitas produk dan layanan DMR yang makin dapat diandalkan dan terpercaya.

Bandung Techno Park

Tanggal 12 Januari 2010 lalu, diadakan acara peletakan batu pertama Bandung Techno Park di Kawasan Pendidikan Telkom. Seremoni yang seharusnya dihadiri Menteri Perindustrian tersebut berlangsung di Learning Center IT Telkom.

Apakah ini saingan dari Bandung High Tech Valley (BHTV)? Setelah membaca selebaran yang dibagikan, penjelasannya sangat samar, apakah ini wadah virtual, lembaga baru milik Yayasan Pendidikan Telkom dan IT Telkom, atau nama gedung yang kemudian akan disewakan kepada UKM bidang IT?

Di bawah ini sekilas rangkuman brosurnya.

Latar Belakang Baca lebih lanjut

Di Inggris, Sudah Bisa Bikin SIM Online

sim-c-indonesiaAnda punya SIM? Resmi atau nembak? He he he. Ternyata bukan tiket pesawat saja yang bisa dibuat secara online. Di Inggris, sekarang untuk membuat SIM begitu mudah, karena bisa lewat Internet. Membuat SIM baru, mengganti SIM yang hilang, maupun memperbarui SIM, semuanya bisa dilakukan secara online.

Pembayaran dilakukan dengan kartu kredit, dan SIM yang telah jadi akan dikirim ke alamat tujuan. Kira-kira kapan kemudahan ini akan diterapkan di Indonesia? Tentu cara ini akan memperkecil jumlah calo. Atau, apakah para calo juga akan ikut-ikutan menawarkan jasanya secara online?

Sumber: http://www.direct.gov.uk/en/Motoring/Motoringtransactions/DG_10032681

Baca Juga:
Jual Tiket Pesawat Online
Sekarang Bisa Akses Wi-fi Hotspot di Pesawat

Ujian CPNS

ljk_ristek

Ujian CPNS di bulan Oktober ini begitu ramai, hampir semua instansi pemerintah di pusat maupun di daerah mengadakan rekrutmen. Ratusan ribu bahkan jutaan pelamar akan memperebutkan pekerjaan sebagai CPNS.

Saat melaksanakan ujian, setidaknya ada 2 jenis lembar jawaban yang  harus diisi peserta, Tes Kemampuan Dasar (TKD), dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). Ada persentase khusus yang berlaku pada 2 tes tersebut saat digabungkan. Proses penilaiannya pun cukup kompleks, tidak hanya ujian murni, tetapi juga mengandung jawaban dengan penilaian seperti kuesioner.

Tantangan yang cukup besar bagi panitia pelaksana ujian CPNS adalah dalam mempersiapkan sistem  pemeriksaan ujian dan penggabungan nilai. Mulai dari proses registrasi, pembuatan kartu peserta ujian, pencetakan soal dan LJK, perancangan mekanisme penumpukan (batch) LJK, persiapan scanner yang akan digunakan, software yang menjadi alat bantu pemeriksaan LJK, serta sistem penggabungan nilai dan penentuan kelulusan.

Digital Mark Reader (DMR)

Merk favorit dari beberapa lembaga untuk urusan CPNS adalah scanner Fujitsu dan Canon, padahal masih ada pilihan lain dari HP, Kodak, Miru dan Avision. Untuk software-nya, Digital Mark Reader (DMR) menjadi yang diandalkan selama bertahun-tahun di Depag, Setneg, Depnakertrans, LIPI, Ristek, Dephan, Bakosurtanal, dan masih banyak lagi instansi yang lain. Adapun sistem penggabungan nilainya, biasanya dibuat sendiri oleh programmer internal, atau menggunakan jasa pihak ketiga.

Tips untuk Peserta Ujian CPNS Baca lebih lanjut