Ujian SMR di BSMR Diperiksa Dengan DMR


Bank Indonesia meluncurkan program Sertifikasi Manajemen Risiko (SMR), sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. Seiring dengan pelaksanaan program ini maka diharapkan akan muncul SDM perbankan yang berkualitas untuk membawa dan meningkatkan kualitas perbankan di Indonesia.

Program sertifikasi ini dibuat dalam 5 (lima) tingkat berdasarkan jenjang jabatan dan struktur organisasi bank, masing-masing tingkatan memiliki bobot penekanan yang berbeda-beda terhadap 5 aspek penilaian, yaitu masa kerja di industri perbankan (years of service), pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), perilaku/sikap (attitude), dan pengalaman (experience).

Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) bertugas untuk menyelenggarakan sertifikasi manajemen risiko yang mengacu pada international best practices, menerbitkan sertifikat manajemen risiko, mencabut sertifikat apabila pemegang sertifikat terbukti bersalah melakukan pelanggaran di bidang perbankan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau pelanggaran kode etik profesi, serta melaporkan kegiatan yang berhubungan dengan sertifikasi secara berkala kepada Bank Indonesia.

Bank Indonesia dalam hal ini memiliki kewenangan untuk tidak mengakui sertifikat manajemen risiko yang dimiliki pengurus dan pejabat Bank apabila ditemukan permasalahan kompetensi dan integritas berdasarkan hasil pengawasan dan pemeriksaan.

Sumber: Situs web BSMR

Sebelum BSMR  menerbitkan sertifikat manajemen risiko, para bankir tersebut perlu diuji. BSMR mensyaratkan bahwa pelaksanaan ujian harus dapat diperiksa dengan kecepatan yang sangat tinggi, untuk itulah digunakan scanner gambar digital berkecepatan 120 lembar per menit dilengkapi dengan Digital Mark Reader (DMR) sebagai sistem pemeriksa LJK ujiannya.

Berikut ini kutipan dari Booklet BSMR hal. 13:

  • Sanksi
    – Bagi Bank yang tidak memenuhi ketentuan dapat dikenakan sanksi administratif berupa penurunan aspek manajemen dalam penilaian tingkat kesehatan.
    – Bagi Bank yang tidak mengganti Komisaris dan Manajer Risiko Bank yang tidak memiliki Sertifikat Manajemen Risiko dikenakan sanksi administratif berupa penurunan tingkat kesehatan dan kewajiban membayar sebesar Rp 1 juta per hari untuk setiap Komisaris atau Manajer Risiko Bank dan paling tinggi sebesar Rp 100 juta.
  • Peralihan
    – Bank wajib mengikutsertakan setiap Komisaris dan Pejabat Bank yang dipersyaratkan untuk memiliki Sertifikat Manajemen Risiko pada berbagai tingkat (level) paling lambat 5 (lima) tahun sejak diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia.
    – Sertifikat Manajemen Risiko yang telah dimiliki oleh Komisaris dan Direksi Bank melalui Program Eksekutif dinyatakan tetap berlaku selama jangka waktu 5 (lima) tahun sejak berlakunya Peraturan Bank Indonesia dan diakui sebagai Sertifikat Manajemen Risiko yang sesuai dengan tingkatan sertifikat yang dipersyaratkan serta ukuran dan kompleksitas usaha Bank.
    – Setelah berakhirnya jangka waktu 5 (lima tahun) sebagaimana tersebut di atas,
    Komisaris dan Direksi Bank wajib memiliki Sertifikat Manajemen Risiko sesuai
    dengan ukuran dan kompleksitas usaha Bank

Tagged: , , , ,

2 thoughts on “Ujian SMR di BSMR Diperiksa Dengan DMR

  1. […] ujian sertifikasi bankir di Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) […]

  2. frans bararuallo 31 Mei 2011 pukul 14:40 Reply

    Bagi kami masyarakat biasa, hal penting adalah konsistensi pajabat penilai dan lembaga BSMR. Hari hangat, besok kendor, lusa sudah strategi kongko-kongkoan. Itu ‘kan namanya cipoa (ngapusi).

    Lima tingkatan dalam dunia perbankan untuk lima tahun penilaian secara konsisten cukup lama dan bisa susut habis jika tidak dibenahi secara berkesinambungan. Bukankah begitu ???

    Selamat bertugas secara konsisten,
    frs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: