Gantilah Harddisk Dalam 3 Tahun


Harga baru harddisk laptop 500GB dan harddisk desktop 1TB di akhir tahun 2009 hanya Rp 800.000 s/d Rp 900.000. Harga itu naik menjadi tidak ternilai ketika sudah berisi data penting milik pribadi maupun milik tempat bekerja. Data yang sangat penting itu dapat hilang karena dicuri secara fisik, atau karena harddisk rusak alias crash.

Untuk menghindari kehilangan data akibat kerusakan salah satu harddisk pada desktop, tersedia teknologi RAID, yang memungkinkan penyimpanan data secara redundan. Fitur tersebut membutuhkan 2 atau lebih harddisk untuk bekerja. Fitur ini amat jarang ditemui pada laptop karena umumnya laptop hanya mampu menampung 1 harddisk. Pengguna laptop lebih sering menyimpan data cadangan pada harddisk eksternal atau USB flash disk.

Harddisk saat ini telah memiliki fitur Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology (SMART). Fitur SMART tersebut memungkinkan harddisk memberikan laporan bahwa usianya akan segera berakhir. Dalam hitungan hari sejak diperingatkan SMART, Anda harus segera menyelamatkan data Anda dari harddisk tersebut.

Mean Time Between Failures (MTBF) maupun usia produktif harddisk umumnya 3-5 tahun. Sebagai generasi digital yang mengandalkan penyimpanan dokumen, foto, video berupa file digital, Anda tentu tidak ingin kehilangan file-file tersebut. Gantilah harddisk Anda secara berkala, setidaknya sambil menunggu teknologi Solid State Disk (SSD) yang akan segera hadir dan MTBF-nya lebih lama.

Untuk mengganti harddisk, ada cara mudah yang membuat Anda tidak perlu menginstal ulang sistem operasi. Lakukan disk cloning, misalnya dengan bantuan software EaseUs DiskCopy. Cara kerjanya mirip dengan Norton Ghost tapi tanpa perlu network. Semua file di harddisk lama termasuk sistem operasinya akan disalin ke harddisk baru dalam waktu singkat. Semua program dan informasi dapat diakses seperti sediakala, seakan tidak ada perubahan apa-apa. Berapa usia harddisk Anda saat ini?

Tagged: , , ,

5 thoughts on “Gantilah Harddisk Dalam 3 Tahun

  1. Etty Lismiati 30 Desember 2009 pukul 1:41 Reply

    Hd di Laptp saya sudah masuk tahun ke 5. Memorinya tidak besar, cuma 40 G, Sudah sangat rawankah ? bagaimana cara kerjanya kok data kita bisa hilang , apa seperti virus juga.

    • arifrahmat 30 Desember 2009 pukul 5:17 Reply

      Harddisk itu kan punya teknologi SMART, yang bisa memberikan warning bila dia sudah sakaratul maut. Tapi tidak selamanya fitur SMART itu berhasil. Kadang ada kejadian yang membuat harddisk mati sebelum fitur SMART sempat memberi peringatan. Pemicunya bisa karena guncangan hebat, suhu yang terlalu tinggi atau karena terlalu dekat dengan benda berdaya magnet besar.

  2. sora astral 30 Desember 2009 pukul 1:43 Reply

    wahh… baru tahu saya…
    hardisk kompie saya kalu blum rusak gak pernah diganti, malah udah rusak juga masih diakalin buat bisa jalan lg…. hhahaha…

  3. joni 8 Februari 2010 pukul 13:49 Reply

    makasih mas, tapi hdd saya baru satu tahun udah muncul peringatan SMART, gimana nih??? jadi bingung…

    • arifrahmat 9 Februari 2010 pukul 9:45 Reply

      mungkin karena HDD-nya sering kerja di lingkungan panas atau berguncang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: