Ujian CPNS


ljk_ristek

Ujian CPNS di bulan Oktober ini begitu ramai, hampir semua instansi pemerintah di pusat maupun di daerah mengadakan rekrutmen. Ratusan ribu bahkan jutaan pelamar akan memperebutkan pekerjaan sebagai CPNS.

Saat melaksanakan ujian, setidaknya ada 2 jenis lembar jawaban yang  harus diisi peserta, Tes Kemampuan Dasar (TKD), dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). Ada persentase khusus yang berlaku pada 2 tes tersebut saat digabungkan. Proses penilaiannya pun cukup kompleks, tidak hanya ujian murni, tetapi juga mengandung jawaban dengan penilaian seperti kuesioner.

Tantangan yang cukup besar bagi panitia pelaksana ujian CPNS adalah dalam mempersiapkan sistem  pemeriksaan ujian dan penggabungan nilai. Mulai dari proses registrasi, pembuatan kartu peserta ujian, pencetakan soal dan LJK, perancangan mekanisme penumpukan (batch) LJK, persiapan scanner yang akan digunakan, software yang menjadi alat bantu pemeriksaan LJK, serta sistem penggabungan nilai dan penentuan kelulusan.

Digital Mark Reader (DMR)

Merk favorit dari beberapa lembaga untuk urusan CPNS adalah scanner Fujitsu dan Canon, padahal masih ada pilihan lain dari HP, Kodak, Miru dan Avision. Untuk software-nya, Digital Mark Reader (DMR) menjadi yang diandalkan selama bertahun-tahun di Depag, Setneg, Depnakertrans, LIPI, Ristek, Dephan, Bakosurtanal, dan masih banyak lagi instansi yang lain. Adapun sistem penggabungan nilainya, biasanya dibuat sendiri oleh programmer internal, atau menggunakan jasa pihak ketiga.

Tips untuk Peserta Ujian CPNS

Peserta ujian mungkin sudah terbiasa mengisi LJK. Tapi sebelum mengumpulkan LJK, peserta masih perlu memeriksa dengan teliti apakah nomor ujian dan kode formasi (slot pekerjaan) yang dilamar sudah sesuai atau belum, sudah dihitamkan atau belum. Umumnya, panitia seleksi ujian CPNS tidak memberikan toleransi bagi peserta yang salah atau kurang lengkap dalam pengisian LJK.

Selain itu, peserta juga harus berdoa agar dilancarkan dalam tahap pasca ujian. Seorang peserta bisa saja dirugikan akibat kelalaian peserta yang lain dan keteledoran panitia pemeriksa ujian. Semua itu bisa saja terjadi, walaupun sudah dicegah dari sisi teknologi. Sama halnya pada kendaraan, kecelakaan masih kerap terjadi walaupun sudah disediakan rem untuk menurunkan kecepatan, penyebabnya bisa karena pengendaranya, atau kelalaian dari kendaraan yang lain.

Contoh ekstrim kasus yang mungkin terjadi:

– LJK tercecer di ruang ujian karena kesalahan pengawas ujian, LJK tidak masuk ke dalam amplop untuk di-scan

– Meja yang digunakan kurang bersih, ada sisa permen karet sehingga LJK rusak karena menempel dengan meja atau LJK lain saat ditumpuk

– LJK sobek sebagian hingga sobekannya hilang, terbakar separuh, atau tertumpah tinta hitam oleh panitia di luar kesengajaan

Walaupun kasus di atas mungkin mengada-ada, atau kemungkinan terjadinya sangat kecil, namun pada kenyataannya, banyak di antara para panitia pemeriksa LJK yang kurang menghargai betapa pentingnya LJK para peserta ujian itu sendiri. Mereka merokok dan minum kopi di dekat LJK. Bayangkan akibat yang ditimbulkan bila perokok yang dikelilingi tumpukan kertas mudah terbakar, sedikit saja melakukan kesalahan. Wah, semoga para peserta ujian CPNS mendapatkan yang terbaik dan negara ini juga mendapatkan calon-calon PNS yang terbaik.

Baca juga:

LJK CPNS Sering Diperiksa di Hotel

Tagged: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: