Mengurus SIM, Diwawancarai Wakil Ketua KPK


Ternyata yang bersalaman dengan saya Senin kemarin di Satlantas Polwiltabes Bandung adalah Wakil Ketua KPK, M. Jasin. Beliau sempat menanyakan mengenai lama prosedur dan biaya yang saya keluarkan untuk pembuatan baru SIM A dan SIM C. Saya jawab saja sesuai apa yang saya alami, waktu normal 2 hari, lalu 75 ribu untuk biaya SIM, 15 ribu untuk asuransi, dan 20 ribu untuk pembuatan surat sehat. Untuk uji teori dan praktek tidak dipungut biaya.

Yang menjadi keluhan saya sebenarnya adalah asuransi Bhayangkara yang terkesan sangat dipaksakan. Bukan hanya masalah nominalnya, tapi juga karena nilai janji santunan yang tidak seberapa serta akadnya yang tidak sesuai syariah. Sangat disayangkan, pendaftaran asuransi tersebut menjadi syarat mutlak untuk memulai proses pendaftaran permohonan SIM.

Mengenai jarak waktu yang lama dari ujian teori ke ujian praktek, kemungkinan karena pemeriksaan hasil ujian teori masih dilakukan secara manual. Seandainya menggunakan sistem Digital Mark Reader (DMR), hasil ujian teori dapat diketahui sesaat setelah ujian. Artinya, pemohon SIM yang lulus ujian teori dapat segera mengikuti ujian praktek beberapa menit kemudian.

Setelah saya lulus ujian teori, ada oknum (non Polri) di Satlantas Polwiltabes Bandung yang menanyakan pertanyaan aneh. Dia menanyakan, apakah saya mampu praktek atau tidak. Saya jawab saja bahwa saya bisa. Nah, seandainya saya jawab tidak bisa, mungkin akan disodori ‘jalan pintas’ tanpa uji praktek untuk membuat SIM.

Sayangnya tidak banyak yang dapat saya sampaikan pada Pak Jasin saat itu. Tapi saya salut, sistem yang saat ini berlaku di Satlantas Polwiltabes Bandung sudah lebih baik daripada ‘lazimnya’ tempat pengurusan SIM. Kini pihak Propam (Provost) bertebaran mencegah adanya calo, dan tidak ada petugas loket yang menyodorkan ‘jalan pintas’ secara terang-terangan.

Berita Terkait:

DetikCom: KPK Sambangi Polwiltabes Bandung

Galamedia: KPK Sidak 5 Kantor Pelayanan Publik

Pikiran Rakyat: KPK Datangi Instansi Publik di Bandung

Tagged: , , , , , , ,

3 thoughts on “Mengurus SIM, Diwawancarai Wakil Ketua KPK

  1. farid 2 Oktober 2008 pukul 18:06 Reply

    Wah baguslah ada kemajuan… jaman saya bikin SIM setahun lalu di Bogor, calo masih berkeliaran meski agak sembunyi-sembunyi gak terus-terang nyolok mata seperti 6 tahun lalu di Bekasi (maklum rumah pindah2). Saya terpaksa kena sampai hampir 300 ribu, tapi sehari jadi. semoga makin baik lagi di masa mendatang.

    salam
    http://www.ossgis.co.cc

  2. iman 17 November 2008 pukul 11:38 Reply

    lucky bastard!
    gw gak pernah banget didatengin sama kpk.

  3. rusdi a. thalib 9 Juli 2010 pukul 23:55 Reply

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Yth, Bapak M. Jasin

    saran dan tujuan
    Pak Jasin teruskan perjuangan mu jangan takut sama yang namanya mapia koruptor, yang termasuk teroris negara paling kejam di atas kekejaman fir’aun dan hitler. kekejaman koruptor semakin merajalela di negeri ini. Tapi sayangnya tingkat koruptor pejabat daerah sangat sedikit sekali yang tersentuh, apalagi tingkat kepala dinas yang sangat rakus, menjadi raja kecil di antara raja besar tingkat kabupaten. saya berharap KPK bisa menyebar menyeluruh sampai tingkat kabupaten biar tau buat KPK bagaimana kekejaman mereka menyedot uang rakyat. kolusi dan nepotisme menjadi-jadi, mengapa saya bicara demikian Pak Jasin.
    Sebagian tingkat kasi,kabid saja bisa punya rumah mewah, mobil mewah, tanah luas, anak-anaknya kuliah, apalagi tingkat kabag,kepala dinas wah lebih mewah dari bawahannya apalagi tingkat yang lebih tinggi di kabupaten. saya kadang-kadang berpikir mengapa mereka berbuat korup tidak ingat akan dosa dan keturunannya. betapa kejinya mereka! pemeriksaan Irwasda, BPKP, BPK kok ga ada yang kena jerat hukum. padahal mereka jelas-jelas korup..! saya sedih dengan pemimpin tingkat kabupaten betapa tidak..! berapa banyak kalau diselurh indonesia ini ditingkat kabupaten saja korupnya gede-gede, dan anehnya kenapa tidak pernah terbongkar, lihatlah proyek-proyek jalan, yang baru dibangun 3 bulan udah ancur, rakyat hanya menikmati se umur jagung. katanya sesuai bestek tapi kok nyatanya ancur sebelum di serahkan. semua hal ini saya menduga betapa rapihnya tingkat kabupaten korupsi secara sistematis tanpa terlacak seakan-akan lebih pinter dari audit BPK. aneh-aneh aneh memang aku malu dengan Tuhan ku apalagi dengan bangsa lain. kok bangsa ku semakin lama semakin rusak mentalnya, harus dari mana membina ahklak mereka bahwa korupsi menjadi hal biasa tanpa malu-malu mereka lakukan, dan saya selalu berdo’a Yaa Allah berikan kepada mereka peringatan yang kejam sebelum mereka mati, dan mereka yang tidak korup Yaa Allah berikanlah kepada mereka rahmat dan lindungilah keluarganya dan masukanlah mereka pada daftar penghuni surga.

    KEJAMNYA SE ORANG KORUPTOR !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    1. Menghancurkan Sebuah Negara
    2. Merusak Perekonomian Rakyat
    3. Tidak ada rasa menyesal baik terhadap Tuhan-Nya
    4. Menghianati bangsa sendiri dan tidak sadar kelak pertanggungjawaban
    terhadap Tuhan-Nya.
    5. Harta bendanya tidak ber mamfaat apalagi buat naik haja, berkunjung
    kerumah Allah SWT.
    6. Tidak berpikir tentang keturunannya di beri dengan uang haram
    7. Dia Bangga dengan rumah, mobil, perhiasan dengan uang korupsi itu.
    8. Dia hinakan dirinya di mata Tuhan-Nya
    9. Tidak punya rasa kasihan terhadap pakir miskin yang dia pikirkan
    keluarganya saja.
    10. Sifat Ria yang membuat dia ingkar kepada Tuhan-Nya padahal dia
    orang paling hina diantara fir’aun bahkan abu jahal dan abu lahab.

    Terkutuklah kau koruptor…..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: