Hati-Hati Mengisi Teko


Aa Gym dalam sekian banyak kesempatan sering berujar “Teko hanya mengeluarkan isinya. Kalau isinya teh, yang keluar ya teh. Kalau isinya air putih, yang keluar ya air putih.”

Setiap hari kita bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Dari tutur kata dan akhlak perilakunya kita dapat menebak isi hatinya. Tapi siapa sangka, ketika kita lama berpisah dan lalu bertemu kembali, sifatnya mungkin sudah jauh berbeda.

Perumpamaan teko mungkin cukup tepat untuk menggambarkannya. Teko itu tidak cuma mengeluarkan sesuatu tetapi juga diisi dengan sesuatu. Di sini kita dapat mengambil makna yang lebih dalam. Teko bukan sekedar mengeluarkan isi, tetapi mengeluarkan sesuatu yang pernah masuk ke dalamnya.

Masa-masa menimba ilmu secara formal rata-rata hanya 1/4 dari jatah usia hidup kita. Selebihnya bernama pengalaman, ciri utamanya: ujian dahulu baru belajar. Pengaruh orang tua dalam pembentukan karakter mungkin ada, tetapi tidak seberapa dibandingkan dengan pengaruh lingkungan, termasuk pendamping hidup, keluarga, sahabat, tetangga, rekan kerja, dan media massa.

Pola pikir, permakluman, kebiasaan, tradisi, ketaatan, pembentukan alam khayal hingga penerapan aturan tanpa sengaja dapat terbentuk dari adanya interaksi langsung dengan sumbernya, melihat contoh, membaca berita, atau mendengar opini, dongeng maupun kisah atau hal-hal lain yang mungkin tidak berguna.

Apa pesan moralnya? Hati-hatilah saat memasukkan ‘sesuatu’ ke diri kita atau anak-anak kita. Bila hal itu buruk, ada 2 kemungkinan. Pertama, keburukan itu menumpuk menjadi sampah di dalam diri. Atau kedua, keburukan itu keluar dari diri dalam bentuk ucapan, pikiran, niat, bahkan perbuatan.

Dibalut dengan perhiasan semahal apapun, teko tetap mengeluarkan apa yang pernah masuk ke dalamnya. Kita bukan teko, tapi mari belajar dari ‘ilmu teko’.

Tagged: , , , , , , ,

3 thoughts on “Hati-Hati Mengisi Teko

  1. ayung 8 November 2008 pukul 9:38 Reply

    hehehehe…. “teko” iya juga sih….
    tapi kalo ngikutin perkembangan zaman mungkin kedepannya adalah dispenser kali ye….. thank’s yapz….

  2. Ima Maria 21 Juni 2009 pukul 19:10 Reply

    Assalamu’alaykum, mohon ijin, tulisan bapak saya copas di note FB dengan URL yg saya cantumkanšŸ™‚

    Jazakallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: