Surat Sakti Gaya Orde Baru, Masihkah Laku?


Anti-KKNAda sebuah tender di Dinas Pendidikan Propinsi Kepri, pengadaan 30 unit scanner pemeriksa ujian yang rencananya setiap kabupaten akan menerima 5 unit scanner (Batam Pos, 10 Oktober 2006). Pelelangan telah dilakukan tahun 2006, namun pemenangnya dianggap tidak dapat memenuhi syarat, sehingga lelang perlu diulang.

September-November 2007, tender kembali dilaksanakan untuk proyek yang sama. Sebagai hasil akhir, seharusnya paket Digital Mark Reader (DMR) dengan scanner Fujitsu yang menjadi pemenang, namun ternyata ada orang kuat di balik para pesaing DMR yang menjadikan keputusan itu seolah-olah terbantahkan, mereka menyebutnya ‘orang pusat’. Akhirnya tender kembali diulang.

Saya teringat saat berkunjung ke Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat tahun 2005, bersama rekan-rekan dari Sharp (PT Tritanu). Dr. H. Dadang Dally, M.Si., Kepala Dinas saat itu berujar bahwa saat ini bukan zamannya lagi Dinas Pendidikan memberikan rekomendasi kepada sekolah-sekolah, teknologi apa yang sebaiknya digunakan. Orde baru sudah berlalu, demikian kata beliau.

Namun apa yang terjadi di Tanjung Pinang, di mana ada campur tangan ‘orang pusat’ menunjukkan bahwa di depan mata kita masih terjadi tender yang sarat dengan muatan politis, entah apakah karena faktor ekonomi (baca: suap) atau kepentingan keluarga (baca:nepotisme), atau alasan lainnya. Ke mana kami harus mengadu?

Mungkin, sistem renumerasi (baca: gaji buta tambahan agar anti-KKN) juga perlu dilakukan di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengikuti jejak langkah Departemen Keuangan dan pejabat tinggi negara lainnya.

Bila DMR berada pada pihak yang dibela oleh Depdiknas, tentu hal tersebut tidak baik dari segi moralitas. Bukan itu yang kami harapkan, kami hanya berharap bahwa tender berjalan sebagaimana mestinya, dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan. Ini adalah orde yang lebih baru daripada orde baru. Mari, bergaya hidup Anti-KKN!

Tagged: , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: