Intel T9500, 2.6GHz, 45nm Hafnium-Based Processor, 6MB L2 Cache

23 01 2008

Awal tahun 2007, saat Core2Duo T7200 masih menjadi yang terbaik, saya justru memilih Core Duo T2050 yang murah meriah. Setelah itu coba-coba AMD, lalu dalam sebulan ini, alhamdulillah bisa naik pangkat ke Core2Duo T7500 (2,2 GHz, 4MB L2 Cache). Tapi ketika browsing ke http://www.sonystyle.com melihat-lihat Vaio SZ series, kaget juga mengetahui bahwa sudah ada T8100 (2,1 GHz, 3MB L2 Cache) dan T9300 (2,5 GHz, 6MB L2 Cache).

Vaio SZ

Kita tak akan bisa memiliki prosessor Intel tercepat tanpa harus mengeluarkan dana di atas 2000 USD. BTW, T9300 ternyata belumlah yang tercepat. Dari website Intel diperoleh data bahwa yang tercepat adalah T9500 dengan CPU Speed 2,6 GHz.

Intel Processors Line-up

Pabrik prosessor memang tidak boleh berhenti berinovasi. Salut untuk Intel yang mampu menerapkan blue ocean strategy untuk keluar dari perang kecepatan melawan AMD, menciptakan pasar baru Core Duo, Core 2 Duo, Core 2 Quad, dsb. Lalu ketika AMD mengekor dengan hal serupa, Intel menerapkan strategi yang sama untuk kembali ke medan perang lama: Speed and Cache Size!





Berburu Laptop, Dua Kali Dikecewakan AMD

2 12 2007

DELLDell seri Inspiron tahun 1998, laptop pertama tempat saya belajar menggunakan touchpad. Punya kakak yang baru pulang dari Belanda setelah 10 tahun di sana. Katanya harga baru saat itu 3000 USD, trus dia beli bekas 3000 Gulden. Tahun 1998, saya masih SMA kelas 3, bengong aja lihat Linux, dan VMware, dial-up internet, wong Windows 98 saja masih baru banget keluarnya.

GatewayDari 1998 sampai 2002, saya kebanyakan pakai PC. Tahun 2003, saat Suteki berdiri, sehari-hari pakai laptop Gateway (punya Ricky). Cukup berat, tapi layar 12 inch, resolusi 800×600. Agar layarnya terlihat gede, biasanya pinjam monitor 17 inch di lab. Jadi tidak perlu lagi bawa-bawa harddisk dari rumah. Tidak tersedia touchpad, jadi harus mahir dengan joystick. Kalau tidak salah, harganya 4 juta saat itu. Tahun 2006 dijual murah: 1 juta.

SOTECTahun 2004, DMR mulai laris. Bela-belain ke Mangga Dua, Jakarta buat cari laptop 12 inch yang baru, dapatnya merk Sotec. Awalnya terasa asing dengan namanya, tapi setelah nonton sinetron Jepang, ternyata Sotec jg banyak dipakai di sana. Prosesornya AMD, dan belum ada wireless. Beberapa bulan kemudian muncul Twinhead yang mirip banget tapi sudah centrino (Intel dan ada wireless-nya). Dibandingkan dengan Twinhead (punya kakak), Sotec kalah dari speed dan konsumsi baterai, padahal jeroannya sama banget (kecuali prosessor), termasuk baterainya.

ASUSKurun waktu 2004-2005, saya beli beberapa laptop bekas untuk Suteki maupun Codena: Compaq Armada, Compaq Presario, Acer, Hyundai, Dave dan NEC. Saat ini Compaq Armada, Acer dan Dave sudah dijual lagi, Hyundai dan Compaq Presario mati total, NEC masih beroperasi. Untuk laptop baru, terpilih Asus seri M5200 buat Pak Direktur, masih bertahan hingga tulisan ini dibuat.

AXIOOPetualangan belum berakhir, tapi baru saja dimulai. 2006-2007 adalah tahunnya Wearnes, Forsa dan Axioo. Kami hanya memilih yang terbaik, prosesornya Intel, batangannya dari MSI, dan kalau bisa harddisk-nya dari Fujitsu. Hasil pabrikan MSI bentuknya OK, tahan banting, berat masih dapat diterima, dan baterainya murah, tidak sulit dicari. Ada 4 unit Forsa, 6 unit Axioo dan 2 unit Wearnes yang kami beli. Kami juga punya 3 unit Acer (dengan harga setara 2 unit Forsa), tapi salah satunya hilang dicuri orang.

Sony Vaio2007 hampir berakhir, kisah berburu notebook terus berlanjut. Kini lain dari biasanya, dapat Sony Vaio UMPC 4.5″, dan HP Tablet PC TX1221AU 12″, ceritanya mau membiasakan diri pakai touchscreen, menjelang kemunculan Komputer Meja dari Microsoft. Sony Vaio bermesin Intel, dan HP pakai AMD Athlon 64 X2.

Task Manager

Dari Gateway, Sotec, Wearnes, Axioo, dan HP (notebook yang saya pakai 4 tahun terakhir), hanya Sotec dan HP yang prosessornya AMD. AMD memang beda, maksud saya: payah, apalagi bagi yang terbiasa pakai Intel. Katanya sih dual core, tapi dari pengamatan saya terhadap grafik di task manager, tidak terlihat adanya pembagian tugas yang baik, layaknya Core2Duo-nya Intel. Walaupun score-nya (AMD Athlon X2 TK53-1,7GHz) di Vista lebih baik daripada Intel (Core Duo T2050, 1,6GHz), tapi untuk testing extract DMR, AMD sekali lagi…. payah! Sayang sekali, memori sudah 2 GB, HD Fujitsu SCSI 160GB 5400rpm, ada fingerscanner, built-in webcam, stereo mic, altec lansing speaker, lightscribe DVD-RW , touchscreen dan tablet, tapi prosessornya lemot. Jadi iri lihat rekan-rekan yang saya beri Acer dan Axioo. BTW, aneh ya, saya tidak tertarik dan tidak mau beli IBM maupun Toshiba.

Baca juga: EeePC, Notebook 3 Jutaan Seukuran Buku Dari ASUS





EeePC, Notebook 3 Jutaan Seukuran Buku Dari ASUS

21 11 2007

Tulisan ini sudah tua, sudah sejak tahun 2007, untuk tulisan terbaru tentang laptop 3 jutaan, klik di sini. Simak pula parade netbook 2 jutaan di sini.

EeePC ASUS

EeePC atau Eee PC ya? Pertama lihat barang ini tanggal 1 Nopember 2007 di Pustekkom Depdiknas, saat pertemuan rencana pembentukan e-content forum/community. Arya Sanjaya, Business Development Manager Intel Indonesia yang memperkenalkannya kepada Andi Siswaka Faisal, salah satu anggota DeTIKNas.

Asus EeePC

Sedikit menjajal kemampuannya, ternyata setting default touchpad-nya terlalu kasar. Perlu tekanan jari yang tinggi, mungkin karena vendornya bukan dari Synaptics. Ketika Bung Arya saya tanyai mengenai prosessor EeePC dari ASUS ini, beliau bilang Intel, tapi tak mau menyebut kecepatannya. Anehnya, ketika spesifikasi detailnya dicari di situs resmi ASUS, tak tampak juga penjelasan mengenai kecepatan prosessor Intel yang digunakan.

Spesifikasi ASUS EeePC

Walaupun katanya bisa menjalankan Windows XP, prototipe yang saya coba masih menggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Pikir-pikir, lumayanlah, 3 jutaan sudah dapat notebook kecil, bisa buat ngetik, ada koneksi wireless, dan baterenya bisa tahan 3 jam. Baterenya bisa bertahan lama karena tidak punya harddisk dan optical drive (pembaca CD/DVD). Sebagai pengganti harddisk digunakan Solid State Disk 2GB hingga 8GB (lumayan untuk menandingi ponsel Nokia seri N yang bangga dengan memori 8GB). Karena tanpa harddisk, jatuh atau digunakan di lingkungan bergetar pun tak perlu risau.

Asus Eee PC

Peruntukannya sepertinya untuk anak dan remaja. Tetapi untuk pekerja yang tidak butuh komputasi tinggi mungkin bisa buat berbangga diri juga. Di milis ITCENTER, Albert Siagian malah berpendapat begini…

Eee ini untuk bikin jengkel user Fujitsu seri P yang layarnya 8″ tapi
harganya mahal itu…hehe. Sekarang ini yang pakai Fujitsu layar kecil,
bisa bangga-banggain punya laptop kecil. Ditanya harganya, dijawab,
ooh..ini sih 20 jutaan saja. Begitu Eee masuk, sama-sama layar kecil,
ditanya harganya, ooh…3 jutaan saja…hehe.. Kalau Fujitsu dan Eee
duduk berdampingan, bisa jengkel dan gondok tuh user Fujitsu…

Asus EeePC

Wah, rencana pemerintah menganggarkan 1 triliun rupiah untuk beli PC dan dibagikan ke sekolah sepertinya lebih baik dibelikan EeePC ini ya. Jauh lebih mending daripada buatan PAU-ME ITB yang kemarin ada di Kompas, Senin (19/11/2007), sama-sama 3 juta, tapi sistemnya thin client, perlu networking dan belum ada monitor. Oh iya, EeePC ini juga lebih hemat listrik dan lebih ringan dibawa-bawa. Asus EeePC yang sepertinya ingin menyaingi OLPC ini juga telah dipamerkan di Indocomtech kemarin, katanya harga perkenalan 4,5 juta, Desember 2007 atau awal 2008 harganya baru akan normal, 3 jutaan. Jadi? Sebaiknya jangan beli dulu sebelum mencobanya sendiri, soalnya prosessornya ‘masih dalam karung’.

Updated News: 31 Januari 2008

Asus Eee PC

antri_eee_pc.jpg
Eee PC telah diluncurkan di Indonesia dan disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat. Pada peluncurannya, antrian begitu panjang, 300 unit Eee PC ludes sekejap dan yang tidak kebagian pun masih banyak.

Prosessor Celeron M yang digunakan ternyata memang perlu perhatian khusus. Speed maksimumnya adalah 900MHz, tetapi default speed adalah 630MHz. Untuk mencapai speed 900MHz, diperlukan Eee PC Super BIOS.
eee_pc_proc.jpg
Adapun sistem operasinya ada 2 pilihan, Linux (3,6 juta) atau Windows (3,9 juta saat diluncurkan). Berikutnya, siap-siap saja menyediakan anggaran 4 juta lebih untuk mendapatkan Eee PC dengan Windows XP.
asus_eee_pc4.jpg

Gambar-gambar updated news diambil dari http://disitu.com

Baca juga:

MSI 10″ Wind U100 Jatuhkan Asus Eee-PC

Masih Tentang MSI Wind

Intel T9500, 2.6GHz, 45nm Hafnium-Based

- DMR, Alat Periksa Ujian Untuk Segala Jenis Form