Scanner Periksa Nilai: DMR

27 12 2010

Scanner periksa nilai adalah sebuah penamaan produk (kompetitor) yang kurang tepat. Mengapa demikian? Nilai adalah hasil, adapun yang diperiksa adalah LJK. Jadi, bila Anda membutuhkan Scanner Untuk Pemeriksaan Hasil Ujian Menjadi Nilai, carilah di Google, Scanner LJK DMR.

Digital Mark Reader (DMR) adalah scanner pemeriksa ujian berupa software LJK yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selang tujuh tahun sejak diperkenalkan tahun 2004, ribuan lisensi DMR telah digunakan oleh ratusan lembaga di dalam dan luar negeri. Artinya lembaga-lembaga tersebut telah mempercayakan survey, entri data, maupun penilaian hasil ujiannya kepada produk scanner DMR. Baca entri selengkapnya »





Panduan dan Tips Memilih/Membeli Scanner

9 06 2010

Memilih scanner bukanlah hal yang sulit. Di artikel ini, kami akan membagi tips dan panduan memilih serta membeli scanner agar Anda mendapatkan scanner yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan.

1. Scanner A4 Flatbed

Scanner yang umum dijumpai adalah scanner A4 flatbed. Dokumen maupun objek 3 dimensi yang akan dipindai diletakkan pada kaca scanner, lalu lensa di bawah kaca tersebut akan bergerak sambil mengambil gambar. Scanner tipe ini dapat dengan mudah ditemui di toko komputer dan pusat perbelanjaan peralatan elektronik. Kisaran harganya umumnya di bawah Rp 1 juta.
Baca entri selengkapnya »





DMR Untuk Ujian Sertifikasi

4 05 2010

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan sejumlah nama mantan pejabat negara yang terbukti melakukan pelanggaran dan berdampak merugikan negara. Mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, mantan Menteri Kesehatan Achmad Suyudi, serta mantan Menteri Dalam Negeri Mardiyanto merupakan sekian dari banyaknya pejabat negara yang terseret kasus korupsi. Baca entri selengkapnya »





Soal Pilihan Ganda Lebih Dari 1 Jawaban

26 03 2010

Biasanya, pada soal pilihan ganda, pemeriksa soal akan memberikan hukuman nilai minus atau setidaknya nilai 0 untuk jawaban yang lebih dari 1.

Namun, ada beberapa penyelenggara ujian maupun kuesioner yang ternyata membolehkan jawaban lebih dari 1. Nah, untuk mengakomodir hal ini, DMR memiliki Multiple Answer Mode, di mana lebih dari satu jawaban dapat dianggap sebagai jawaban.

Ingin tahu lebih banyak tentang DMR? Kunjungi http://www.digitalmarkreader.com





Pendaftaran MAN Insan Cendekia Gunakan Formulir DMR

1 02 2010


Di halaman depan situs web Kementerian Agama RI, sejak akhir Januari 2010 terdapat informasi penting berupa Penerimaan Siswa Baru (PSB) MAN Insan Cendekia Tahun Pelajaran 2010/2011.

Salah satu isinya adalah Baca entri selengkapnya »





Kemendiknas dan TNI Tambah Lisensi DMR Profesional

28 01 2010


Di akhir bulan Januari 2010, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) kembali menambah scanner LJK dan lisensi Digital Mark Reader (DMR) yang dimilikinya. Pelatihan penggunaan scanner Fujitsu dan DMR Profesional tersebut berlangsung di Gedung E Kemendiknas selama 4 jam. Rencananya, DMR sebagai scanner LJK akan digunakan untuk kegiatan peningkatan mutu pembelajaran.

Sebelumnya, Kemendiknas telah menggunakan ratusan unit scanner Fujitsu dan lisensi DMR Profesional buatan Codena untuk digunakan di berbagai organisasi di bawah koordinasi Kemendiknas, termasuk dinas pendidikan kabupaten/kota, Pusdiklat Pegawai, Puspendik, PMPTK, LPMP, PPPG Tertulis, dsb.

Di bulan yang sama, pengguna DMR Profesional untuk keperluan ujian dan psikotes juga bertambah, yaitu di Dinas Psikologi TNI-AU dan Dinas Psikologi TNI-AD. Hal ini membuktikan kualitas produk dan layanan DMR yang makin dapat diandalkan dan terpercaya.





Untuk Ujian Pilih Pensil dan Alat Pemeriksa Yang Pasti!

4 01 2010

Saat akan ujian SMA hingga UMPTN, penulis adalah pengguna setia pensil 2B Faber-Castell. Kekuatan dan kualitas hasilnya tidak diragukan lagi, apalagi waktu itu tidak ada palsunya. Beda dengan 2B saingannya yang berwarna biru yang versi palsunya pernah menjadikan penulis sebagai korban sehingga LJK ujian di sekolah tidak terbaca.

Pensil LJK 2B Faber-Castell  kini begitu mudah ditemui di mana-mana. Di Yogya Kepatihan Bandung, penulis menemukan paket ujian lengkap dari Faber-Castell dengan harga 28 ribuan, isinya sepaket pensil, serutan, penghapus dan papan alas untuk ujian.

Di brosurnya tertulis motto “Untuk Ujian Pilih yang Pasti!”, setelah itu terdapat keterangan “OMR tested” dan “DMR tested”. OMR dan DMR itu apa sih?

OMR
OMR adalah sebuah teknologi, singkatan dari Optical Mark Recognition, teknologi lama berupa scanner khusus untuk ujian. Scanner OMR umumnya dibeli penyelenggara ujian sebelum tahun 2004/2005. Prinsip kerjanya membaca tanda pada LJK, lalu hasilnya adalah file teks tanpa file image/gambar.

Form LJK OMR dan Scanner OMR

Ciri khas form OMR adalah LJK yang tebal, garis-garis hitam di pinggir kiri atau bawah, LJK harus berwarna (merah/hijau/biru/jingga), serta pengisian yang harus dengan bulatan rapih. Harga mesinnya di atas 50 juta rupiah sehingga yang memilikinya sangat terbatas. Jangan harap SD Negeri bisa punya mesin OMR sendiri.

DMR
Dalam 5 tahun terakhir, ribuan penyelenggara ujian beralih ke produk Digital Mark Reader (DMR), sistem pemeriksa LJK berbiaya rendah hasil riset professor Iping di Teknik Informatika ITB.

Setidaknya lebih dari 80 universitas ternama telah menggunakan DMR, diikuti oleh ratusan dinas pendidikan, sekolah dan lembaga pendidikan yang juga menggunakan DMR.

Depdiknas, Depag, Dephut, Dephan, Depnakertrans, Setneg, Kepolisian, TNI, BKN, Kementerian PAN, dan berbagai lembaga pemerintah yang lain, industri swasta, perbankan, BUMN, dan berbagai penyelenggara psikotest juga lebih memilih DMR karena berbagai alasan. Apa saja alasannya?
Baca entri selengkapnya »





Scanner Dokumen Untuk Periksa LJK (Discount Price)

16 10 2009

map-dmrPerusahaan kami adalah inventor dan prinsipal Digital Mark Reader (DMR), sebuah perangkat lunak atau software yang dapat menambah fungsi scanner dokumen ber-ADF sehingga juga dapat digunakan untuk pemeriksaan ujian, kuesioner, entri data dan psikotes.

Penemuan DMR dan pengembangannya dipimpin langsung oleh Prof. Iping Supriana, guru besar pertama dan peneliti senior di Informatika ITB sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi. Bukan hanya menjadi andalan ITB, lebih dari 70 universitas ternama di Indonesia adalah pengguna DMR.

Digital Mark Reader (DMR) adalah hasil riset ITB tentang alat pemeriksa ujian berbiaya rendah. DMR dipasangkan dengan produk scanner merk HP, Canon, Kodak, Avision, Miru dan Fujitsu untuk melakukan pemindaian (scanning) Lembar Jawab Komputer (LJK). Tahun 2009, DMR terbaru mampu memeriksa hingga 12000 gambar/menit. Dengan efisiensi operasional yang ditawarkan, sebanyak 500 lembaga di 5 negara telah menggunakan ribuan lisensi DMR untuk dunia pendidikan, riset pemasaran, penilaian kinerja, psikotes, sertifikasi, entri data, penerimaan pegawai dan ujian seleksi CPNS.

Dengan Rp 13 juta, sekolah-sekolah juga dapat memiliki DMR Mini dengan kecepatan scanning 13 lembar per menit dan telah dilengkapi DMR Editor untuk merancang sendiri form LJK-nya. Untuk yang merasa cukup dengan kecepatan, tersedia DMR Mini mulai dari 8 jutaan.

Untuk selain sekolah, DMR Professional kini mampu mengoptimalkan kinerja prosessor hingga 4 kali lipat, dan dilengkapi dengan 2 unit dongle DMR sehingga operator dapat bekerja secara simultan melalui jaringan komputer, satu operator untuk scanning dan yang lain untuk verifikasi menggunakan DMR Extractor.

Daftar harga Paket DMR dapat dilihat di

Bila Anda sudah menemukan paket yang Anda butuhkan, silakan SMS ke 08156219300 untuk mendapatkan harga terbaik dari kami yang sudah di-discount, dengan menyebutkan nama, instansi dan password “DMR best price, please”.





    Ujian CPNS

    16 10 2009

    ljk_ristek

    Ujian CPNS di bulan Oktober ini begitu ramai, hampir semua instansi pemerintah di pusat maupun di daerah mengadakan rekrutmen. Ratusan ribu bahkan jutaan pelamar akan memperebutkan pekerjaan sebagai CPNS.

    Saat melaksanakan ujian, setidaknya ada 2 jenis lembar jawaban yang  harus diisi peserta, Tes Kemampuan Dasar (TKD), dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). Ada persentase khusus yang berlaku pada 2 tes tersebut saat digabungkan. Proses penilaiannya pun cukup kompleks, tidak hanya ujian murni, tetapi juga mengandung jawaban dengan penilaian seperti kuesioner.

    Tantangan yang cukup besar bagi panitia pelaksana ujian CPNS adalah dalam mempersiapkan sistem  pemeriksaan ujian dan penggabungan nilai. Mulai dari proses registrasi, pembuatan kartu peserta ujian, pencetakan soal dan LJK, perancangan mekanisme penumpukan (batch) LJK, persiapan scanner yang akan digunakan, software yang menjadi alat bantu pemeriksaan LJK, serta sistem penggabungan nilai dan penentuan kelulusan.

    Digital Mark Reader (DMR)

    Merk favorit dari beberapa lembaga untuk urusan CPNS adalah scanner Fujitsu dan Canon, padahal masih ada pilihan lain dari HP, Kodak, Miru dan Avision. Untuk software-nya, Digital Mark Reader (DMR) menjadi yang diandalkan selama bertahun-tahun di Depag, Setneg, Depnakertrans, LIPI, Ristek, Dephan, Bakosurtanal, dan masih banyak lagi instansi yang lain. Adapun sistem penggabungan nilainya, biasanya dibuat sendiri oleh programmer internal, atau menggunakan jasa pihak ketiga.

    Tips untuk Peserta Ujian CPNS Baca entri selengkapnya »





    Professor DMR

    14 08 2009

    iping_2009_08_2Sejak Agustus 2009 Pak Iping resmi menjadi professor. Setahu saya, beliau adalah professor pertama di Informatika (kini STEI) ITB. Sepertinya beliau pantas mendapat rekor MURI atas pencapaian tersebut. Selamat untuk Pak Iping, eh salah, Prof Iping :)

    Salah satu penelitian fenomenal dari Prof Iping adalah Digital Mark Reader (DMR). Beliau adalah penggagas dari sistem tersebut. Bersama Tim Riset Unggulan ITB tahun 2002/2003 beliau mengembangkan sebuah alat pemeriksa ujian berbiaya rendah yang kemudian dinobatkan menjadi Winner of Indonesia – Asia Pacific ICT Award 2004 kategori Best of Education & Training.

    Salah satu prinsip hidupnya adalah tidak menjadi beban bagi orang lain serta mampu memberikan sebanyak-banyaknya manfaat terbaik bagi pihak lain. Salah satu caranya, beliau terus menjadi pengembang utama DMR agar dapat memberikan yang terbaik bagi banyak pihak, khususnya bangsa Indonesia.

    Tidak ada jarak dengan mahasiswa, itulah kesan pertama yang penulis tangkap sejak mengenal beliau 8 tahun lalu. Tapi jangan salah, keakrabannya dengan mahasiswa tidak mempengaruhi objektivitas beliau dalam memberikan nilai. Kuliahnya santai, tapi tugas yang diberikannya setiap pekan dianggap berat bagi sebagian besar mahasiswa, tingkat kesulitan tiap tahun selalu meningkat. Lemari di ruangannya penuh dengan tugas akhir dan tesis mahasiswa yang pernah dibimbingnya. Baca entri selengkapnya »








    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.