Belanja online adalah sebuah kebiasaan baru. Jumlah transaksi yang menggunakan Internet alias belanja online terus meningkat, di bawah 1% di tahun 2000 menjadi 3% di tahun 2008.

Diagram Alir Bisnis Tradisional

Diagram Alir Bisnis Online
Belanja online mengurangi pengangkutan dari gudang ke toko atau pusat distribusi, tetapi menaikkan penggunaan energi untuk pengoperasian server di pusat data (data center) serta proses pengepakan barang per satuan. Walaupun pemesan barang tidak perlu transportasi, pengantaran barang ke konsumen akhir umumnya tetap menggunakan kendaraan bermotor yang tentu mengeluarkan emisi karbon dioksida.
Hasil studi lembaga peduli lingkungan Green Design Institute – Carnegie Mellon University pada akhir tahun 2008 menemukan kesimpulan bahwa belanja online menggunakan konsumsi energi 30% lebih rendah dan juga menurunkan emisi karbon 30% lebih rendah daripada model transaksi bisnis tradisional.
Bahan referensi: Laporan Penelitian Green Design Institute – Carnegie Mellon University
Apakah Anda sependapat dengan hasil penelitian tersebut? Suarakan pendapat Anda di sini.
Baca Juga:
- Resiko Belanja Online vs Belanja Tradisional
- Tips dan Strategi Belanja Online yang Aman dan Murah


[...] Baca Juga: – Tips dan Strategi Belanja Online yang Aman dan Murah – Belanja Online Ternyata Ramah Lingkungan [...]
[...] Baca Juga: – Resiko Belanja Online vs Belanja Tradisional – Belanja Online Ternyata Ramah Lingkungan [...]