
Sudah hampir sebulan sejak penulis menerima e-mail dari Microsoft Indonesia tentang tersedianya Windows 7 Release To Manufacturing (RTM). Kesimpulan penulis sebagai pengguna aktif sejauh ini cukup menyedihkan, Windows 7 lebih sering bluescreen daripada Windows Vista.
Dalam 1 bulan ini, terhitung sudah lebih dari 5 kali terjadi Blue Screen Of Death (BSOD) yang amat menjengkelkan itu.
Untuk pengamanan, sesaat setelah memasang Windows penulis berusaha memasang Kaspersky Anti Virus 6 namun gagal. Sebagai solusinya, akhirnya penulis menggunakan Kaspersky Internet Security 2010. Bila penyebab blue screen-nya adalah aplikasi jahat lain yang menginfeksi, saya meragukan kemungkinan itu, karena kualitas Kaspersky yang sudah 11 tahun penulis gunakan tentu mampu menjamin pengamanan.

Normalnya, Windows 7 adalah Windows versi 7, tetapi ternyata sampai Windows 7 RTM pun aslinya masih Versi 6.1. Ingin tahu versi Windows Anda? Buka start, ketikkan “winver” tanpa tanda petik.

Ada yang baru di Accessories Windows 7: Math Input Panel. Cukup dengan ‘menggoreskan pena’ di area yang disediakan, program tersebut akan berusaha ‘membaca’ tulisan kita dan mengkonversinya menjadi karakter yang sesuai. Hal ini sangat berguna bagi akademisi yang berkutat dengan rumus-rumus dan persamaan matematika (yang dahulu butuh Microsoft Equation sebagai solusinya). Berikut ini cuplikannya, yang di bawah adalah area menggoreskan pena, dan di atasnya akan tampil hasil pengenalannya.

Selain itu, ada pula Windows Easy Transfer, untuk memudahkan pengguna Windows baru memindahkan data dari komputer lamanya. Tersedia 3 pilihan, menggunakan kabel USB, network, atau harddisk eksternal.
Berita buruk berikutnya datang dari setting dpi untuk font. Karena layar laptop penulis 1920 x 1200, Windows 7 memilihkan Medium (125%) sebagai nilai default agar tulisan di layar tampak lebih jelas. Ketika nilai tersebut dikembalikan ke 100%, ternyata tidak semuanya kembali ke normal.

Ada beberapa aplikasi yang menjadi korban, tulisannya menjadi terlalu besar, hingga keluar dari area yang seharusnya. Utak-atik registry untuk setting font juga sudah dilakukan, tapi tetap saja, keanehan itu masih terjadi. Ada yang punya solusinya?
Mungkin ini hanya bug kecil. Sayang sekali, Windows 7 tak seperti apa yang diharapkan. Tapi tidak apa-apa lah, sudah syukur penulis mendapatkan Windows terbaru tanpa perlu beli atau menggunakan versi bajakannya. Terima kasih, Microsoft.


[...] Baca Juga: – Windows 7 Lebih Sering Blue Screen [...]