Saatnya Membela FPI

8 06 2008

Logo FPIPada beberapa kasus yang sering diangkat di media, FPI adalah pengacau keamanan. Tapi bila dicermati lebih dalam, keamanan yang dikacaukan adalah di tempat-tempat maksiat atau tempat berkumpulnya orang bejat.

Secara legal formal, keberadaan dan kegiatan di tempat maksiat itu telah dilindungi oleh undang-undang, alias ada izin dari Pemerintah (sebagai tempat hiburan). Hal tersebut sama halnya ketika pemerintah memperbolehkan berdirinya pabrik khamr di Indonesia serta memberikan izin untuk mengedarkan khamr. Kalau mau dilaporkan ke polisi, tidak ada yang bisa dituntut, karena tidak ada undang-undang yang dilanggar.

Kalaulah niat FPI untuk menghancurkan, maka alat yang digunakannya adalah senjata api, bom rakitan dan bahan peledak lainnya yang kini lazim digunakan. Tapi yang selama ini terlihat, sebenarnya mereka sekedar mewakili suara hati ummat Islam, bahwa ummat Islam tidak berdiam diri ketika melihat kemungkaran sudah di depan mata.

Dalam berdakwah, sudah sepantasnya kita berbagi peran. Tingkat intelektualitas setiap orang berbeda. Bila tidak semua orang mengerti dengan ilmu dan kata-kata, setidaknya kita berharap orang lebih mampu mengerti dengan perbuatan nyata. Saya tidak senang kekerasan, tapi kini saya sadar bahwa dalam batas-batas tertentu kadang kekerasan memang diperlukan, utamanya ketika aturan yang berlaku tidak memungkinkan ditegakkannya keadilan.

Saya beri contoh kasus.
Baca entri selengkapnya »





Masih Tentang MSI Wind

6 06 2008

Ini gambar terbaiknya, klik saja untuk yang lebih besar.
MSI Wind U100

Bagi yang pernah menggunakan Notebook 12 inch merk Axioo, Forsa, MSI atau NEC dengan batangan dari MSI pasti sudah terbiasa dengan keyboardnya. MSI memang jagonya notebook kecil dan terjangkau. ASUS? Kecil tapi tidak terjangkau. Coba perhatikan perbedaan fitur dan spesifikasi di posting sebelumnya





MSI 10″ Wind U100 Jatuhkan Asus Eee-PC

5 06 2008


Intel® Atom™ Processor 1.6GHz (hyperthreading), kalau Eee-PC Celeron 900MHz
Windows® XP Home, kalau EeePC Linux
10” Wide Screen Display 1024×600 with backlight, kalau Eee-PC 7″ 800×480 no backlight
Ergonomic Big-Size Keyboard and Touch Pad, kalau Eee-PC kecil
Western Digital 80GB 2,5″ Harddisk, kalau Eee-PC SSD 4GB/harddisk 12 atau 20GB
• Built-in High Resolution Mega Pixels Webcam, 2 Channel Stereo Speakers, and Microphone
• 802.11b / g Wireless Lan with Bluetooth, kalau EeePC belum punya Bluetooth

Baca entri selengkapnya »





DMR, Software Resmi Depdiknas untuk UASBN

29 05 2008

Setelah melalui proses seleksi dan tender yang berlarut-larut di Depdiknas, alhamdulillah bulan April 2008 kami diberi amanah untuk mengembangkan DMR UASBN, sebuah hasil kustomisasi dari perangkat lunak Digital Mark Reader (DMR). Bagi yang belum tahu, UASBN adalah singkatan dari Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional untuk SD/MI/SDLB.

Sekitar 700 peserta dari dinas pendidikan setiap kota/kabupaten dan propinsi di Indonesia telah menjadi peserta pelatihan DMR UASBN yang diselenggarakan di Jakarta, 29 April - 4 Mei 2008. Pelatihan yang berjalan lancar tersebut diikuti dengan kelancaran pemrosesan scanning di tingkat kabupaten dan kota yang terus dipantau oleh tim teknis DMR UASBN bersama Puspendik Depdiknas.

Beberapa sejarah yang tercetak pada pelaksanaan UASBN:

  1. Pertama kalinya ujian SD berskala nasional
  2. Pertama kalinya pemeriksaan ujian berskala nasional menggunakan scanner gambar, bukan scanner OMR sehingga membutuhkan perangkat lunak DMR
  3. Pertama kalinya lembar jawab ujian berskala nasional diisi dengan tanda silang, bukan bulatan
  4. Pertama kalinya dinas pendidikan kabupaten dan kota secara formal mengoperasikan scanner untuk ujian berskala nasional (karena sebelumnya semua scanning hanya dapat dilakukan di propinsi)


Perjuangan sekian tahun untuk melakukan sosialisasi pengisian ujian dengan tanda silang akhirnya berbuah juga. Semoga pelaksanaan semua ujian berskala nasional di tahun berikutnya juga menggunakan tanda silang dan kembali diperiksa menggunakan DMR.

web: http://digitalmarkreader.com





Hati-Hati Mengisi Teko

29 05 2008

Aa Gym dalam sekian banyak kesempatan sering berujar “Teko hanya mengeluarkan isinya. Kalau isinya teh, yang keluar ya teh. Kalau isinya air putih, yang keluar ya air putih.”

Setiap hari kita bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Dari tutur kata dan akhlak perilakunya kita dapat menebak isi hatinya. Tapi siapa sangka, ketika kita lama berpisah dan lalu bertemu kembali, sifatnya mungkin sudah jauh berbeda.

Perumpamaan teko mungkin cukup tepat untuk menggambarkannya. Teko itu tidak cuma mengeluarkan sesuatu tetapi juga diisi dengan sesuatu. Di sini kita dapat mengambil makna yang lebih dalam. Teko bukan sekedar mengeluarkan isi, tetapi mengeluarkan sesuatu yang pernah masuk ke dalamnya.

Masa-masa menimba ilmu secara formal rata-rata hanya 1/4 dari jatah usia hidup kita. Selebihnya bernama pengalaman, ciri utamanya: ujian dahulu baru belajar. Pengaruh orang tua dalam pembentukan karakter mungkin ada, tetapi tidak seberapa dibandingkan dengan pengaruh lingkungan, termasuk pendamping hidup, keluarga, sahabat, tetangga, rekan kerja, dan media massa.

Pola pikir, permakluman, kebiasaan, tradisi, ketaatan, pembentukan alam khayal hingga penerapan aturan tanpa sengaja dapat terbentuk dari adanya interaksi langsung dengan sumbernya, melihat contoh, membaca berita, atau mendengar opini, dongeng maupun kisah atau hal-hal lain yang mungkin tidak berguna.

Apa pesan moralnya? Hati-hatilah saat memasukkan ’sesuatu’ ke diri kita atau anak-anak kita. Bila hal itu buruk, ada 2 kemungkinan. Pertama, keburukan itu menumpuk menjadi sampah di dalam diri. Atau kedua, keburukan itu keluar dari diri dalam bentuk ucapan, pikiran, niat, bahkan perbuatan.

Dibalut dengan perhiasan semahal apapun, teko tetap mengeluarkan apa yang pernah masuk ke dalamnya. Kita bukan teko, tapi mari belajar dari ‘ilmu teko’.





Alhamdulillah, HADE Benar-Benar Beda!!!

13 04 2008


Ketika foto kandidat cagub yang lain pakai peci, HADE memutuskan untuk tidak pakai peci. Hal ini membuat keduanya sangat dapat dibedakan dari kandidat yang lain.

Ketika dua pasangan kandidat yang lain mengandung mantan petinggi militer yang pernah menjadi pangdam, HADE cuma mengandalkan juara taekwondo yang juga pemain film.

Ketika dua pasangan kandidat yang lain terlihat ‘kalah’ di Quick Count 13 April 2008, HADE alhamdulillah tampak sabar dan ikhlas dengan tantangan tanggung jawab yang begitu besar, memberikan yang terbaik bagi 40 juta jiwa penduduk Jabar, alias 1/6 penduduk Indonesia.

Semoga harapan masyarakat bagi perbaikan kualitas hidup di Jawa Barat dapat segera terealisasi tanpa kendala yang berarti dengan terpilihnya HADE sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2008-2013.





simPATI PeDe kini Rp 5,4/detik

3 04 2008

simpati_pede.jpgDi situs web Telkomsel, dapat kita lihat bahwa simPATI PeDe sejak 1 April hingga 30 Juni 2008 tidak lagi seindah periode promosi sebelumnya. Cara perhitungannya sudah meniru XL, dengan siklus 5 menit.

Di menit pertama, Rp25 x 60 detik =  Rp 1500.

Di 4 menit berikutnya, Rp0,5 x 240 detik =  Rp 120.

Artinya untuk percakapan 5 menit, pulsa yang terpakai senilai Rp 1500 + Rp 120 = Rp 1620. Karena siklus perhitungannya 5 menit, maka harga pulsa minimum adalah Rp 1620/300 detik= Rp 5,4 /detik.

Kalau kata iklan Telkom Flexi, orang menelepon itu rata-rata cuma 3 menit. Nah, pada simPATI PeDe periode terkini, itu artinya Rp 1590/3 menit = Rp 8,83/detik.

Nah, kalau cuma sekedar memberitahu ”Hai, aku sudah di depan rumah, tolong bukakan pintu dong” atau ”Kiriman Anda kemarin sudah sampai, terima kasih ya…..” percakapannya pasti kurang dari 1 menit. Tarifnya sudah jelas: Rp 25/detik.

simpati_pede2.gif

Lalu apa kabar baiknya? Tarif baru ini berlaku ke semua operator, lokal dan non lokal. Tapi, apakah pengguna tidak merasa ditipu? Iklannya tertulis Rp 0,5 per detik tapi ternyata jauh sekali dari kenyataan, bisa beda 50 kali lipat: Rp 25/detik, bisa beda 17 kali lipat: Rp 8,83/detik, atau bisa beda 10 kali lipat: Rp 5,4/detik.

Mungkin nanti tarif jalan tol juga ikut-ikutan seperti ini, 1 km pertama Rp 5.000, lalu berikutnya Rp 50/km hingga 4 km, dan demikian seterusnya sebagai bagian dari siklus tarif yang memperdaya orang pada umumnya. Namun bagi orang yang berhati-hati dalam berhitung tarif, ia tentu merasa dirugikan dan tidak lagi di jalan tol seterusnya, alias tidak lagi ngobrol sepuasnya.

Bagaimana yang Anda rasakan?





8 Joki Teridentifikasi Pada Uji Teknis Peralatan UN Depdiknas

20 03 2008

joki1.jpg
Ujian Nasional (UN) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) akan segera digelar. Depdiknas tengah mempersiapkan segala yang dibutuhkan, termasuk peralatan pemeriksaan ujian. Namun proses pengadaannya pun tidak lepas dari praktek perjokian, yakni saat berlangsungnya uji teknis pengadaan peralatan ujian nasional dari tanggal 28 Februari hingga 4 Maret 2008 di Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Balitbang Depdiknas, Jl Gunung Sahari Raya, Jakarta.

Terdapat 8 joki dengan kemampuan intelelektual tinggi yang teridentifikasi pada uji teknis tender pengadaan peralatan ujian nasional senilai Rp 19 milyar di Depdiknas. Mereka disusupkan, disamarkan dan disebar oleh salah satu vendor perangkat lunak menjadi karyawan dadakan pada 5 dari 16 perusahaan peserta lelang agar dapat menjadi operator perangkat lunak yang diuji.

Dari beberapa joki diperoleh keterangan bahwa para joki yang sebenarnya berlevel trainer tersebut menganggap perbuatan mereka sah-sah saja. Mereka bersedia menjadi joki karena tidak tahu mengenai urgensi uji teknis pada pengadaan peralatan ujian nasional. Padahal, salah satu kriteria penting yang diuji pada uji teknis adalah tingkat kemudahan penggunaan perangkat lunak.

Waktu yang tersedia bagi pelatihan perangkat lunak terpilih sangat singkat dan 509 unit sistem pemeriksa ujian tersebut nantinya akan digunakan secara tersebar di setiap dinas pendidikan kota dan kabupaten. Atas latar belakang itu, panitia uji teknis sejak jauh hari telah menetapkan peraturan tegas bahwa operator harus berasal dari perusahaan peserta lelang, bukan vendor perangkat lunak.

Dengan keterlibatan 8 orang joki pada 5 perusahaan peserta lelang, proses penilaian uji teknis menjadi bias sehingga berpotensi mengakibatkan kerugian negara hingga milyaran rupiah sebagaimana telah terjadi sebelumnya pada pengadaan peralatan serupa pada tahun 2007. Dapat diterima dengan nalar, perangkat lunak yang memerlukan joki setingkat trainer sebagai operator pasti akan bermasalah ketika digunakan oleh orang biasa.

Panitia uji teknis yang telah mendapatkan peringatan mengenai kehadiran para joki memilih untuk diam sambil menutup mata. Mereka seakan-akan menjadi bagian dari konspirasi dengan melindungi perusahaan peserta lelang yang melibatkan para joki. Panitia hanya memperhatikan pembenaran secara administratif, bahwa setiap operator telah mendapatkan surat tugas dari perusahaan peserta lelang.

Panitia juga tampak berpihak ke salah satu vendor perangkat lunak dengan mengubah jadwal serta metode pelaksanaan uji teknis akibat ketidakmampuan salah satu vendor perangkat lunak untuk melalui salah satu tahap uji. Dalam tender ini, panitia juga meniadakan komponen penilaian yang sangat substantif bagi setiap sistem pemeriksa ujian yang ikut ‘diperlombakan’ pada uji teknis.

Seharusnya beberapa hal berikut juga turut dinilai:
1. Kredibilitas pengembang perangkat lunak sebagai tim (bukan perseorangan belaka).
2. Kapabilitas pengembangnya sebagai perusahaan dalam menjamin keberlanjutan usia perangkat lunak.
3. Kualitas dukungan teknis dan jangkauan pelayanan kepada pengguna perangkat lunak.
4. Pengalaman penggunaan perangkat lunak dalam pemeriksaan ujian yang pengisiannya dengan tanda silang dengan volume pekerjaan minimum 100 ribu lembar.

Kriteria penilaian dari segi pengalaman sangat penting mengingat bahwa 5 juta lembar jawab UASBN (SD/MI/SDLB) yang pengisiannya menggunakan tanda silang dijadwalkan akan diperiksa oleh lebih dari 450 dinas pendidikan kabupaten dan kota di Indonesia. Bila sistem pemeriksaan ujian yang terpilih cenderung dipaksakan menggunakan perangkat lunak dari salah satu vendor yang belum terpercaya, maka hasil UN dan UASBN yang diperoleh dapat meleset dari kenyataan sebenarnya sehingga tidak dapat menjadi tolok ukur kebijakan lokal maupun nasional dalam bidang pendidikan tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya.

Arif Rahmat
Cipta Citra Codena
Inventor dan Prinsipal DMR
Jl. Batik Ayu No. 26
Sukaluyu, Bandung
022-2506417
08156219300
http://www.codena.co.id
http://digitalmarkreader.com





28 Detik di Metro TV Dongkrak Pengunjung BinaMuslim.com 5 kali lipat

25 01 2008

metrotv.jpgMembangun Indonesia Cerdas, demikian tajuk acara 3o menit yang disiarkan MetroTV setiap Jum’at malam pukul 19.30 WIB. Sponsor utama acara tersebut adalah PT Telkom dalam rangka membangun Indonesia Digital Community (INDIGO).

Pada  episode pekan lalu, tema yang diusung adalah e-da’wah, yaitu da’wah melalui berbagai media digital. Umumnya yang diwawancarai adalah ustadz-ustadz kondang yang memang sudah sering muncul di televisi antara lain Ustadz Yusuf Mansyur, Jeffry Al Bukhori dan Syafii Antonio. Ada pula yang lebih terkenal di internet yaitu Ustadz Ahmad Sarwat dari EraMuslim.com.

Selain mereka, ada pula Arif Rahmat dan Sarana Jayadin dari Bina Muslim. Selama 28 detik, Arif Rahmat berkomentar sebagai pengelola situs web Islami http://binamuslim.com sedangkan Sarana Jayadin di bagian akhir acara muncul dengan memperkenalkan Al-Qur’an digital sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

motigo_stat_binamuslim.jpg

Sesaat setelah tayangan tersebut, kunjungan ke situs web http://binamuslim.com sempat melonjak hingga 5 kali lipat lalu stabil di 2 kali lipat hingga sepekan kemudian (saat tulisan ini dibuat). Semoga tulisan dan fasilitas download gratis yang ditampilkan di binamuslim.com semakin memotivasi dan memudahkan umat Islam (utamanya yang mengerti bahasa Indonesia) dalam beribadah hanya kepada Allah SWT.





Intel T9500, 2.6GHz, 45nm Hafnium-Based Processor, 6MB L2 Cache

23 01 2008

Awal tahun 2007, saat Core2Duo T7200 masih menjadi yang terbaik, saya justru memilih Core Duo T2050 yang murah meriah. Setelah itu coba-coba AMD, lalu dalam sebulan ini, alhamdulillah bisa naik pangkat ke Core2Duo T7500 (2,2 GHz, 4MB L2 Cache). Tapi ketika browsing ke http://www.sonystyle.com melihat-lihat Vaio SZ series, kaget juga mengetahui bahwa sudah ada T8100 (2,1 GHz, 3MB L2 Cache) dan T9300 (2,5 GHz, 6MB L2 Cache).

Vaio SZ

Kita tak akan bisa memiliki prosessor Intel tercepat tanpa harus mengeluarkan dana di atas 2000 USD. BTW, T9300 ternyata belumlah yang tercepat. Dari website Intel diperoleh data bahwa yang tercepat adalah T9500 dengan CPU Speed 2,6 GHz.

Intel Processors Line-up

Pabrik prosessor memang tidak boleh berhenti berinovasi. Salut untuk Intel yang mampu menerapkan blue ocean strategy untuk keluar dari perang kecepatan melawan AMD, menciptakan pasar baru Core Duo, Core 2 Duo, Core 2 Quad, dsb. Lalu ketika AMD mengekor dengan hal serupa, Intel menerapkan strategi yang sama untuk kembali ke medan perang lama: Speed and Cache Size!