
Detik.com adalah urutan ke-9 dalam urutan situs web yang paling banyak diakses orang Indonesia (sumber: http://arifrahmat.wordpress.com/2009/06/22/facebook-no-1-hanya-di-indonesia/). Sejak bulan Mei 2009, polling capres-cawapres detik.com menampilkan JK-Wiranto sebagai capres-cawapres yang memperoleh suara SMS terbanyak, dengan perolehan selalu di atas 40%, disusul SBY-Boediono lalu Mega-Prabowo.
Pada 22 Juni 2009, tiba-tiba perubahan drastis terjadi. Perolehan suara SMS kacau balau, perubahan persentase menjadi tidak masuk akal. Suara untuk SBY-Boediono melonjak menjadi 70%, lalu suara untuk Mega-Prabowo terlihat sengaja dikecilkan menjadi 1%.
Awalnya penulis mengira polling detik.com adalah polling yang dapat dipercaya karena menggunakan SMS untuk alat input datanya. Ternyata detik.com pun tidak luput dari ulah tangan-tangan jahil dalam polling pilpres ini. Salah satu contoh keanehan yang dapat diamati adalah sebagai berikut:
Tanggal 22 Juni 2009 vs 23 Juni 2009:
- Total suara 25863 -> 27455
- Mega-Prabowo 4327 -> 7970
- SBY-Boediono 13170 -> 15187
- JK-Wiranto 8366 -> 4298
Setiap orang tentu punya kesibukan. Yang menjadi perbedaan, apakah kesibukan tersebut adalah kesibukan yang bermanfaat? Orang Indonesia yang mengenal Internet ternyata sangat sibuk dengan Facebook. Ini bukan cuma hasil survei random sampling sekelas survei LSI, tetapi hasil statistik dari
INILAH.COM, Jakarta – Strategi pemenangan tim JK-Wiranto dinilai lebih baik ketimbang pasangan SBY-Boediono. Karena JK telah berhasil menampilkan diferensiasi kepemimpinan di Pilpres 2009 ini.
Selama ini, di kantor ada 3 koran, Kompas, PR dan MI. Insya Allah ketiganya akan dihentikan langganannya karena sudah tergantikan oleh e-paper.
Kabar gembira buat Anda semua yang membutuhkan software koreksi ujian, kuesioner, dan entri data. Diskon DMR hingga 5 juta rupiah kini berlaku untuk Paket DMR Profesional ke atas.
Selama ini pengguna internet amat tinggi ketergantungannya terhadap server-server berskala besar seperti Yahoo, Facebook, Google, Blogspot dan WordPress. Sadar maupun tidak, begitu banyak data dan informasi pribadi maupun rahasia yang kita berikan kepada para pemilik server tersebut hanya dalam rangka menggunakan layanan gratis dari mereka. Pengguna internet kini menjadi amat tinggi ketergantungannya terhadap keberadaan server-server berskala besar.






Komentar Terakhir